DURI (Riaulantang)- PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tingkat SLTA secara online di SMAN 3 Mandau menimbulkan dilema baru. Puluhan calon siswa yang notabene  anak tempatan tak diakomodir dalam sistem itu. Akibatnya para orang tua yang resah dan gundah mengelar aksi protes. Jumat pagi (06/07/17). Aktifitas panitia PPDB dihentikan dan pintu gerbang SMAN 3 itu pun digembok.

” Kami akan tetap bertahan di sekolah ini, jika perlu kami akan tidur disini hingga anak kami diterima dan belajar,”teriak salah seorang warga berapi – api.

Dikatakan warga itu, dirinya dan puluhan warga lainnya merasa terdzolimi akan keputusan Dinas Pendidikan Propinsi yang terkesan kaku akan peraturan yang dibuatnya sehingga menyengsarakan buah hati mereka untuk menimba ilmu.

” Katanya wajib sekolah sembilan tahun, tapi kok seakan dipersulit seperti ini,”keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Samsul, warga sekitar SMAN 3 Mandau. Menurutnya, PPDB sistem Online belum tepat dilakukan khusus di Kota Duri dikarenakan banyaknya peminat dan tidak didukung dengan oleh solusi dari Pemerintah.

” Ini susahnya kalau sistem Online diterapkan, darimana pun bisa mendaftar disekolah ini. Jadi anak – anak lingkungan yang menjadi korbannya. Jika tidak ada solusi, tetap aktifitas disini kita hentikan,”tegasnya.

Terpisah, Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 3 Manda, Aslim melalui anggotanya, Dondian Putra menegaskan jika pihaknya tetap bersikap persuasif dengan mengumpulkan berkas warga tempatan yang masih tercecer dan menyerahkan ke pihak desa sembari menunggu keputusan Dinas Pendidikan Propinsi Riau bersama Kepala sekolah.

” Dari awal kita sudah serahkan masalah pendataan anak warga tempatan ini ke pihak desa, namun kenyataannya masih ada yang tercecer sampai menjadi polemik seperti ini. Kita sudah mengakomodir sebesar 40 persen anak lingkungan atau sebanyak 154 orang, namun diakhir – akhir masih ada 48 anak lagi yang masih tercecer,”jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kerumunan puluhan warga yang telah terbakar emosi dikarenakan tidak ada kepastian anak mereka a akan diterima akhirnya bersepakat menghentikan seluruh aktifitas panitia PPDB dan menggembok gerbang sekolah.(Susi)