DURI (Riaulantang)- Berada tak jauh dari pusat pemerintah kantor Camat Mandau , tapi kondisi SDN 026 Mandau di Jalan Kampung Lalang, Kelurahan Air Jamban seolah luput dari perhatian pemerintah. 32 keberadaannya, namun SD yang berbatasan langsung dengan ladang minyak Chevron ini sama sekali tak tersentuh pembangunan yang gencar-gencar dilaksanakan Pemkab Bengkalis. 

Miris memang melihat kondisi SD yang rombelnya sudah lapuk dimakan usia sementara tak jauh dari SDN itu berdiri megah SD Swasta Pelopor yang bangunannya malah didanai milyaran dana APBD Bengkalis.

“Pertama kali datang ke sini, hati saya miris, sedih. Kok ditengah kota seperti ini masih ada SD yang kondisi bangunannya  kayu yang sudah lapuk dimakan usia. Saya geram. Hari gini masih ada SD kayu. Sungguh melampau,” ujar Kepala Sekolah Hj Asmah S.Pdi kepada Riaulantang.com, Jumat (29/09/17).

Baca Juga:  Terkait KPK Geledah Ruang Kerja Bagian Umum dan Bupati Bengkalis, Ini Penjelasan Kabag Humas

Hj Asmah yang baru bertugas 10 hari pasca di mutasi dari SDN 42 Mandau di Jalan Obor Duri mengaku miris melihat siswa yang masih  belajar di rombel kayu yang sudah lapuk dimakan usia. Ada tiga rombel yang masih dipakai untuk kelas 3 dan kelas 4. Sementara 1 rombel lagi digunakan untuk pustaka.

“Dari awal berdiri bangunan ini dibangun Chevron, termasuk bangunan permanennya. Satu-satunya bangunan yang dibangun pemerintah hanya WC, itu pun dari pemerintah propinsi,” ungkap Hj Asmah lagi.

Dikatakannya dengan kondisi bangunan yang lapuk dimakan usia ini, anak menjadi kurang fokus belajar. Ini lantaran dinding banyak yang sudah bolong hingga anak bisa melihat ke luar lokal atau ke lokal sebelahnya.

Baca Juga:  Bengkalis Tuan Rumah Musda ke-V BEM se-Provinsi Riau

“Banyak dinding yang kayunya sudah lapuk dan plafon juga bacor. Ini sangat perlu perhatian. Bagaimana bicara kualitas jika kondisi bangunan seperti ini,” ujar Hj Asmah lagi.

Sementara itu, pantauan dilapangan, kondisi bangunan yang lapuk itu persis berada di tengah komplek SD itu.Di kiri kanan sudah berdiri bangunan yang permanen, sementara ditengah diisi bangunan kayu yang lapuk itu. Kayu tiangnya sudah dimakan rayap, begitu juga sebagian dindingnya. Plafon juga sudah ada yang bocor begitu juga kawat dinding. Sungguh potret pendidikan yang miris ditengah negeri yang kaya. (susi)