BUKIT BATU (Riaulantang)- Sebanyak 11 Stand Bazar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan se- Kabupaten Bengkalis dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Bengkalis ikut memeriahkan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- 43 Kabupaten Bengkalis.

Adapun 11 stand kecamatan terdiri dari Kecamatan Bukit Batu, menampilkan berbagai olahan makanan unggulan daerah dan kerajinan tangan terbuat dari barang bekas.

Diantaranya olahan kue terbuat dari bahan dasar labu manis dan ubi, kemudian berbagai olahan kerajinan terbuat dari bahan dasar tali rafia, sedotan dan benang wol.

Untuk Kecamatan Siak Kecil menampilkan makanan unggulan terbuat dari bahan dasar sagu, kerupuk berbahan dasar ikan, ubi dan kerajinan tangan berupa ukiran kayu berbentuk kapal layar.
Sementara Kecamatan Bengkalis menampilkan berbagai macam kegiatan daerah dalam bentuk foto, kemudian berbagai macam olahan makanan terbuat dari ketan seperti semar mendem dan kerajinan khas melayu berupa tanjak terbuat dari kain tenun.

Kecamatan Bantan menampilkan olahan produk unggulan daerah terbuat dari sagu, seperti lupis kuah durian, lempuk durian dan berbagai macam ikan asin. Untuk kerajinan Kecamatan Bantan menampilkan souvenir terbuat dari kulit kerang, kipas cermin dan kain pita.

Kecamatan Mandau menampilkan berbagai macam jajanan terbuat dari ubi dan pisang. Selain itu kerajinan berupa anyaman tikar terbuat dari pandan dan berbagai macam kreasi tas terbuat dari jahitan kain tenun.

Kemudian Kecamatan Pinggir menampilkan berbagai kerajinan berupa kreasi olahan barang dapur seperti penutup makanan, tas dan tempat tisu. Sementara Kecamatan Talang Muandau menampikan juadah makanan seperti ketupat, lemang dan bubur.

Tidak jauh beda dengan Kecamatan Bathin Solapan menampilkan berbagai macam juadah seperti mie kuah, rempeyek, stik bawang dan kerupuk cabe.

Selanjutnya, Kecamatan Rupat menampilkan minuman yang jarang dijumpai di Kabupaten Bengkalis, yaitu es buah nipah, madu sialang, dan jajanan terbuat dari makanan olahan ikan. Sedangkan Kecamatan Rupat Utara menampilkan berbagai makanan khas daerah, seperti bubur lambuk, bolu komojo, hasidah dan koci pulut. Selain itu kerajinan berupa topi yang terbuat dari kulit ikan buntal.

Terakhir Kecamatan Bandar Laksmana menampilkan makanan khas berupa keripik terbuat dari daun sirih.(rls)