Peserta bersama tim penguji UKW

DURI (Riaulantang)- Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XI PWI Riau tahun 2018, yang digelar di Dumai selama 2 hari berturut mulai Jumat (14/12/18) hingga Sabtu (15/12/18) menyatakan 38 wartawan berkompeten dari 50 wartawan yang ambil bagian dalam kegiatan itu. Dua diantara wartawan yang lulus itu adalah Susi Yanti pimpinan redaksi Riaulantang.com dan Bambang Gusfryadi wartawan Riaulantang.com.

Susi lulus di UKW tingkat Utama untuk level Pimred. Sementara Bambang di level UKW tingkat muda.

Lulusnya pimred dan wartawan Riaulantang ini tentu saja mengembirakan pihak redaksi Riaulantang. Maklum untuk lulus UKW ini bukanlah hal yang mudah. Butuh kemampuan yang handal sesuai dengan tingkat masing-masing.

“Alhamdulillah, pimred dan wartawan Riaulantang yang ikut UKW angkatan ke XI ini dinyatakan berkompeten di tingkat Utama dan muda. Ini kabar mengembirakan bagi redaksi kami,” jelas Susi.

Disampaikannya untuk lulus di tingkat utama bukanlah hal yang mudah. Harus memahami dan menuntaskan mata uji yang disampaikan penguji dalam waktu 30 menit dan nilai diatas 70.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pihak yang sudah membantu kelulusan kami. Terutama kepada Bupati Bengkalis, Kapolres Bengkalis dan Humas KNRP yang sudah menjadi narasumber mata uji jejaring. Tanpa bantuan narasumber yang respon saat dihubungi via seluler ini, mustahil kami lulus. Karena prinsip UKW, satu mata uji tak lulus dianggap tak berkompeten,” jelas Susi sembari menjelaskan pihaknya mendapat penguji M Syahril dari Medan.

Sementara itu Ketua Tim Penguji Dr Dedi Syahputra mengatakan, kegiatan UKW ini intinya bukan sekedar menguji. Tapi sekaligus meningkatkan kompetensi. Jadi ujian itu sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi. .

“Kompetensi wartawan menjadi suatu persoalan yang penting. Makanya suatu kebanggaan bisa dinyatakan sebagai wartawan yang berkompeten,” jelasnya.

Selain Dedi dan penguji lain juga ambil bagian dalam UKW itu, diantaranya M Noeh Hatumena (Jakarta), M Syahrir (Dari Medan, mantan Ketua PWI Sumut), Cedin Rosyad Nurdin (Jakarta), Ronny Simon (Medan), T Haris Fadhillah (Aceh), Urip Yanto (Jakarta), Eka PN (Riau) dan Katherina M Saukoly (Jakarta). (redaksi)