DURI (Riaulantang)- Kegeraman warga yang berada di lingkungan SD 084 Petani, desa Buluh Manis, Kecamatan Bathin Solapan terhadap Tardas Sitompul, guru yang baru dilantik menjadi Kasek di sekolah itu, Senin pagi (25/09/27) tak bisa ditahan lagi. Warga yang sebelumnya sudah gerah dengan tingkah Tardas yang dinilai tidak mencerminkan watak seorang guru itu, “menyegel” aktifitas sekolah. Anak di pulangkan dan sejumlah karton berisi penolakan terhadap kasek itu terpajang di dinding sekolah.

“Kami warga SDN 84 menolak kasek yang sudah di non aktifkan di sekolah lain. ” Kami menolak Kasek yang telah menodai guru, Kasus SD Tasik Serai 2013, Kami menolak Kasek yang dulu mengajar seenaknya. Demikian sebagian isi poster yang dipajang  dan masih ada poster lainnya.

Puluhan wali murid yang berkumpul disekolah itu mereka tak bisa mentolerir begitu mengetahui Tardas Sitompul yang sebelumnya guru wali kelas di sekolah itu diangkat menjadi Kasek lantaran tingkah lakunya yang sering kasar dan bicara tak sopan pada anak. Lebih parah lagi, saat mereka mengetahui ternyata kasek baru itu pernah terlibat kasus  pelecehan guru di SD 09, simpang Jambu, desa Tasik Serai.

“Kami tak terima kasek seperti ini. Anak-anak kami takut. Kami juga was-was karena kasus asusilanya. Apa orang seperti itu yang diangkat menjadi kasek di sini,” jelas warga.

Tak kalah lantang, guru Komite sekolah, Entin juga menyuarakan penolakan. “Kenapa kami menolak. Karena Bapak mengajar dengan kata-kata kasar. Bilang Goblok, bodoh ke anak dan merokok. Bapak pernah di non aktifk kan karena kasus pelecehan di SD Tasik Serai. Bapak tahun 2013 sering tak masuk tapi gaji tetap dibayar. Tapi kok sekarang bapak jadi kepala sekolah di sini. Apa uang yang mengatur semuanya,” ujar Entin berapi-api di depan kasek, RT, RW dan Kadus yang hadir di sekolah itu.

Senada, Ahmad Ridwan, wali murid yang juga Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa guru merupakan suri tauladan yang baik bagi anak didiknya. Tapi jika suri tauladan itu sudah tak bisa diteladani makanya warga bereaksi.

“Kami harap situasi ini jangan sampai menganggu pertumbuhan anak. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian semua pihak,” harapnya.

Terkait aksi dan tudingan kasus pelecehan 2013 yang kembali dicuatkan Kasek Tardas Sitompul, S.Pd mengatakan bahwa dia tidak mengetahui aksi itu. Tiba-tiba begitu sampai disekolah sudah ada poster dan anak sudah pulang.

“Sabtu kemaren aman-aman saja. Pas datang, anak-anak sudab tak ada. Siapa yang memasang poster ini saya tak tahu,” ujarnya.

Terkait sikap keras selama menjadi guru wali kelas, Tardas mengakui dia memberi sangsi anak push up jika tak mengerjakan PR. Namun terkait kasus asusila sewaktu dia menjabat Kasek SD 09 Simpang Jambu yang dicuatkan lagi, Tardas tak mau berkomentar banyak. (susi)