DURI (Riaulantang)- Tergugah membaca pemberitaan kondisi SDN 26 Mandau yang 32 tahun tak tersentuh pembangunan  hingga bangunan kayu sekolah itu lapuk di makan usia, sejumlah alumni SMA Cendana Duri tahun 2002, Minggu sore (01/09/17) mendatangi sekolah yang berada di Jalan Kampung Lalang, Kelurahan Air Jamban itu. Mereka tak turun dengan tangan kosong. Ada “oleh-oleh” yang mereka bawa untuk sekolah yang berada di pusat pemerintahan tapi luput dari perhatian itu.

“Pemberitaaan ada sekolah yang 32 tahun tak tersentuh pembangunan tapi berada di tengah kota membuat kami miris. Kami ingin tahu kondisinya. Ternyata benar kondisinya sangat, sangat miris dan kami selaku generasi penerus bangsa sangat prihatin. Kami  tak menyangka ada sekolah seperti ini didalam kota” jelas Ketua Alumni SMAS Cendana Duri tahun 2002, Sonny Pratama bersama Ayu Suci dan sejumlah alumni lain.

Dikatakannya setelah berembuk dengan sejumlah alumni yang akan mengadakan reuni akbar 15 tahun alummi 2002 minggu depan ini, mereka sepakat memberikan bantuan tanggap dan cepat. Yang terpikir bagaimana anak-anak bisa tetap nyaman dan tidak kepanasan di lokal kayu yang dinding dan plafonnya sudah banyak yang bolong itu.

“Yang terpikir bantuan cepat dan bermanfaat. Makanya kami beri kipas angin di semua lokal kayu ini. Tapi setelah datang dan melihat kondisi SDnya, ternyata mereka butuh lebih dari sekedar kipas angin. Ini akan kami rembukkan lagi dan mudah-mudahan ada lagi pihak yang terketuk hatinya melihat kondisi tempat belajar adik-adik kita ini,” jelas Sonny.

Dikatakannya, kondisi bangunan SD yang berbatasan langsung dengan lokasi ladang minyak Duri ini amat miris. Pasalnya dari sejumlah SD yang mereka datangi saat menyerahkan bantuan sosial, baru SDN 026 Mandau ini yang masih bangunan papan susun sirih.

“Kami pernah juga menyerahkan bantuan untuk SD di luar kota. Tapi kondisinya tak seperti di sini. Baru kali ini kami melihat ada SD di tengah kota yang masih bangunan kayu seperti ini. Mudah-mudahan ada bantuan lain untuk SD ini,” harapnya. 

Sementara itu bantuan yang diberikan alumni SMAS Cendana Duri tahun 2002 ini disambut antusias kepala sekolah dan guru. Kendati hari Minggu mereka libur, tapi sejumlah guru dan anak menyempatkan hadir di sekolah melihat kedatangan mereka yang peduli dan memberikan bantuan untuk sekolah mereka.

“Alhamdulillah, hari ini kami didatangi generasi penerus yang peduli dengan nasib anak bangsa di sini. Kami ucapkan terimakasih atas perhatian ke sekolah kami. Mudah-mudahan kedepan sekolah kami bisa menjadi lebih baik sarana dan prasarananya,” jelas Rismulyati guru disekolah itu.(susi)