DURI (Riaulantang)- “Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Sri Wahyuni, istri Normansyah Abdul Wahab,wakil bupati Bengkalis periode 2005-2010 di RS Jakarta, Selasa pagi (09/10/18) ini.

Kabar duka meninggalnya Sri Wahyuni ini disampaikan Normansyah Abdul Wahab kepada Riaulantang.com, Selasa pagi ini. Kepada warga Bengkalis terutama Duri yang pernah mengenal almarhum, Norman berharap untuk bisa memaafkan segala kesalahan almarhum.

“Yang kenal dengan kakak. sampaikan permohonan maaf,” ujar Norman terisak.

Sebelumnya saat mengontak Riaulantang.com, Senin sore (08/10/18) Norman menjelaskan almarhum menderita kanker paru-paru dan tengah menjalani pengobatan. Kondisinya hingga Minggu (08/10/18) masih sehat dan masih bisa menerima saudagar Minang asal Duri yang berada di Jakarta. Namun Senin subuh (09/10/18) saat bercerita dengan Norman, lidah Sri Wahyuni kelu dan kondisinya langsung drop.

“Saat bercerita ada saudagar Minang asal Duri yang ada di Jakarta mengajak abang balik, kakak masih sehat dan dia pun kasi saran ke abang. Namun tiba-tiba kondisinya langsung drop dan langsung koma,” ujar Norman ketika itu.

Bersama anaknya, Norman membawa Sri Wahyuni ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Kondisinya makin lama makin drop dan tak sadarkan diri.

“Kakak koma sejak subuh. Kondisinya memburuk. Kami ikhlas jika pun hal buruk terjadi,” ujar Norman lagi.

Mendapat kabar meninggalnya istri Wakil Bupati Bengkalis periode 2005-2010 tersebut, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, baik atas nama pribadi, keluarga pemerintah dan masyarakat kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

“Atas nama pribadi, keluarga, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bengkalis, baik atas nama pribadi, keluarga, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bengkalis, kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar dan ikhlas menerima cobaan dari Allah SWT ini,” ujar Bupati Amril sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Johansyah Syafri.

Kemudian, suami Kasmarni ini yang memang cukup dekat dan kenal baik dengan almarhumah, mengajak warganya untuk mendoakan agar almarhumah diampuni segala salah, khilaf dan dosanya.

Kepada warganya, Bupati Amril juga berharap dapat memaafkan jika seandai selama bergaul dengan almarhumah, almarhumah pernah berbuat salah, khilaf dan dosa, dengan maaf yang tulus dan ikhlas.

“Mari kita doakan semoga segala amal ibadahnya diterima. Salah, khilaf dan dosanya diampuni serta ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Semoga almarhumah berpulang dalam keadaan husnul khotimah,” ajak dan doa Bupati Amril. (susi)