DURI (Riaulantang)- Figur Orang nomor satu di Kabupaten Siak, Syamsuar guna menggapai mimpi menjadi orang nomor satu di Propinsi Riau semakin tampak. Dukungan pun  semakin mengalir. Seperti saat melakukan silaturrahmi dengan warga Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Ahad (4/2/18). 

Meski dilaksanakan di halaman rumah salah seorang warga Jalan Mandau, Kelurahan Air Jamban, namun ratusan masyarakat tampak antusias memadati lokasi acara. 

Sosok santun dan dekat dengan masyarakat tampak terpancar begitu Syamsuar mulai duduk dikursi dan berhadapan dengan sejumlah tokoh dan ratusan warga. Syamsuar yang didaulat memperkenalkan diri hanya berdiri dari kursinya dan tak mau tampil ke depan. Alasannya sederhana. Tak ingin membelakangi petinggi-petinggi partai pengusung dan tokoh masyarakat dan duduk sejejer denganya. Namun karena desakan para petinggi parpol dan tokoh masyarakat, akhirnya Syamsuar maju kedepan agar sosoknya bisa dilihat warga yang memadati lokasi acara.

Mengawali sambutan dengan memperkenalkan diri ke ratusan warga yang hadir, Syamsuar memaparkan keberhasilan yang dicapai Kabupaten Siak yang dipimpinnya. Selain infrastruktur jalan, Syamsuar juga memaparkan pelayanan  BPJS Kesehatan yang  untuk  tidak hanya untuk pasien tetapi juga memberikan bantuan untuk keluarga yang mendampingi.

Syamsuar juga menyampaikan kebanggaan atas keberhasilan Siak sebagai kabupaten dengan pelayanan publik terbaik di Riau. Hingga kabupaten/kota se propinsi Riau, bahkan Pempov Riau sendiri harus belajar pelayanan publik ke Kabupaten Siak.

Terkait persolan Kecamatan Mandau yang diamatinya, Syamsuar menyebut bahwa sarana infrastruktur jalan dan air bersih perlu mendapat perhatian. Dalam kunjungannya ke desa Serai Wangi, Kecamatan Talang Muandau  yamg dilakukan sebelum silaturrahmi, masyarakat di pedalaman ini mengeluhkan buruknya akses masuk ke desanya. Dia sendiri juga merasakan sulitnya perjalanan menuju desa itu.

Khusus pemekaran Kecamatan Mandau menjadi Kotamadya/kabupaten, Syamsuar menyatakan dukungan. Sebab menurutnya pemekaran akan mendekatkan rentang kendali ke masyarakat, memudahkan pelayanan dan mensejahterakan masyarakat.

“Sekarang kendalanya karena adanya moratorium  dari pemerintah pusat

 Kalau moratorium  itu dicabut, kenapa tidak. Kita dukung pemekaran itu. Siak sendiri maju dan berkembang setelah pemekaran pisah dari Bengkalis,” jelasnya.

Sementara itu, panitia pelaksana, Ustad Eko menitipkan pesan dan harapan ke orang nomor satu di Siak itu agar maju tidak sebagai sang juara tetapi sebagai petarung. Artinya Syamsuar bisa memenangkan pilgubri ini dengan cara-cara santun dan terhormat.

Tampak hadir dalam silaturrahmi itu anggota DPRD Bengkalis, Syaiful Ardi (PAN), H. Fidel Fuadi (PKS), Fransiska Nasdem, Pipit Lestari (Nasdem), tokoh masyarakat dan ratusan warga.(bambang)