BENGKALIS (Riaulantang) – Ketua RT di desa Muara Basung kecamatan Pinggir yang sempat adu mulut dengan tim paslon nomor 2 saat akan kampanye door to door (direct selling) di desanya, dilaporkan tim no 2 ke Bawaslu Bengkalis. Tuduhannya dugaan pembubaran kampanye door to door tim paslon no 2.
Terkait laporan tim no 2 ini, Bawaslu Bengkalis melaksanakan sidang pleno dikantor Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 15.30 WIB. Sidang dihadiri dari Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) yang melibatkan pihak Kejaksaan Negeri Bengkalis, Polres Bengkalis serta Bawaslu Kabupaten Bengkalis. Sidang digelar dalam pleno tertutup.
Dari data yang dihimpun di lapangan pleno itu berakhir sekitar pukul 18.30 Wib. Pleno memutuskan pengaduan tim 02 Aman tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan.
Terkait putusan ini, Koordinator Bawaslu Bengkalis M Hary Robianto yang dihubungi melalui sambungan telepon belum ada tanggapan.
Terpisah anggota Sentra Gakkumdu dari unsur Kejaksaan Negeri Bengkalis Ferry Dewantoro yang hadir di sidang itu saat dikonfirmasi membenarkan pleno memutuskan perkara tersebut tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan.
“Laporannya tidak dilanjutkan ke tahap penyidikkan,” ujar Ferry.
Dikatakan Ferry Dewantoro untuk menindaklanjuti setiap pengaduan yang ada selama proses pemilihan calon kepala daerah apakah dinaikan atau tidaknya, harus dilaksanakan sidang pleno dari Tim Sentra Gakkumdu. Tim ini terdiri dari Kepolisian dan Kejaksaaan serta Bawaslu Bengkalis.
“Sidang pleno itu dihadir kasat reskrim Polres Bengkalis, dan juga pihak Bawaslu Bengkalis dan Provinsi. Hasil sidang pleno sepakat tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan,” ujar Ferry Dewantoro yang juga Kasubsi Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkalis ini.
Sementara itu, terpisah Ketua RT Herman yang disangkakan membubarkan kampanye door to door tim paslon no 2 mengatakan tuduhan itu tak berdasar. Dia mengaku tak habis pikir dengan cara tim 02 Aman yang memposisikan dirinya sebagai sosok arogan padahal dia hanya ingin menjaga warganya dari ketakutan virus corona.
“Saya tak menyangka kejadiannya dimanfaatkan oleh tim paslon no 2 untuk kepentingan mereka. Terlalu naif jika saya di katakan membubarkan kampanye door to door mereka. Saya hanya RT yang mengakomodir keluhan warga. Warga saya takut orang asing datang ke kampungnya karena wabah Corona. Mereka tak ingin orang mendatangi rumahnya karena takut Corona,”jelas Hermanto.(evi)






























