BENGKALIS (Riaulantang)- Tak seperti biasanya, Selasa pagi, Hafiz begitu bersemangat bangun subuh, tanpa dibangun sang mama, Hafiz langsung masuk kamar mandi. Padahal sudah berbulan kebiasaan tersebut tak dilakukan. Biasanya Hafiz lebih memilih tidur lagi setelah sholat subuh ataupun sibuk dengan hanphonenya.
Hari itu Senin (25/1), memang hari yang sangat ditunggu- tunggu Hafiz dan ribuan siswa lainnya di kabupaten Bengkalis. Karena sekolah mulai melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka. Inilah yang membuat Hafiz sangat bersemangat dan ingin segera cepat sampai di sekolah yang sudah lama dtinggilkan.
Berbeda kebiasaan selama ini saat hendak berangkat sekolah, para orangtua yang sudah menandatangani persetujuan untuk pelaksanaan belajar tatap muka, mempersiapkan pernik- pernik yang berkaitan dengan protokol kesehatan, seperti masker, handsanitizer, ataupun ‘kuliah’ singkat kepada anak sebelum berangkat sekolah, jangan sekali- sekali membuka masker, ataupun berkumpul-kumpul dengan teman-teman. Itu pulalah yang dilakukan Wiwik mamanya Hafiz.
“Kalau sudah sampai di sekolah cuci tangan dulu ya nak. Maskernya jangan dilepas. Kita tidak tahu siapa-siapa yang tertular virus vovid 19 tersebut, karena terkadang tak ada gejala apapun, walau orang tersebut sebenarnya tertular corona. Yang penting lagi, kamu jangan kumpul-kumpul teman. Jangan mentang udah lama tak bertemu, lupa protokol kesehatan,”ujar Wiwik.
Pelaksanaan sekolah tatap muka di kabupaten Bengkalis memang masih tahap uji coba. Kendati penularan covid 19 tidak begitu mebgkhawatirkan, namun pengetatan protokol kesehatan tetap dilakukan dan dibawah pengawasan pihak terkait.
Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bengkalis sendiri meninjau langsung proses pembelajaran tatap muka di sekolah..
Sekda Bengkalis H Bustami HY di kesempatan itu mengajak kepada para guru dan siswa untuk bersama-sama berkomitmen untuk memutuskan mata rantai Covid-19, jangan sampai uji coba proses belajar tatap muka ini ada klaster sekolah, jika ada maka proses pembelajaran tatap muka tidak akan kita laksanakan.
“Untuk itu diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan yakni Memakai maker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menyediakan Thermo Gun, jika sudah pulang jangan ada berkeliaran, langsung pulang ke rumah karena kita takut dengan kerumunan akan menyebabkan klaster baru lagi,” imbau Bustami.
Bustami menegaskan bahwa mematuhi protokol kesehatan itu tidak ada tawar menawar, laksanakan dengan ikhlas dan dengan kemauan sendiri. “Jika protokol kesehatan itu kita jaga, Insya Allah kita pastikan tidak akan ada klaster baru lagi,” ucap Bustami.
Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur setiap masuk kelas akan di ukur suhu tubuh, kemudian jika melebihi suhu di atas 37 derajat untuk istrahat dirumah terlebih dahulu, kemudian jangan lupa mencuci tangan, selanjutnya menjaga jarak mulai dari antri masuk kelas maupun duduk dalam proses pembelajaran,” tuturnya lagi.
Disamping itu Bustami juga minta kepada pihak sekolah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar pulang sekolah tidak berkeliaran di luar rumah dan hindari kerumunan
Pada peninjauan tersebut, diserahkan pula masker kepada masing-masing sekolah oleh satgas Covid-19 Bengkalis. (evi)






























