DURI (Riaulantang)- Masih adanya bangunan sekolah  berdinding kayu seberan di kabupaten yang berjulukan Negeri Junjungan ini ternyata juga

menarik perhatian ketua Satgas Pusat Pelayanan Terpadu  Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kecamatan Mandau – Pinggir, Refri Amd.

Kepada Riaulantang, Jumat (13/10/17) Refri mengatakan  mengacu kepada kabupaten layak anak yang menuju kota

ramah anak tentu sekolah-sekolah berdinding sisa papan yang tak terpakai tak  ramah anak.

“Kalau menuju kota layak anak, tentulah harus sudah clear dulu

masalah pendidikan anak-anak ini,” ungkapnya.

Menurut Refri, sekolah papan bukan tidak layak, tapi tidak ramah anak.

Kalau rusak dan lapuk dijadikan tempat belajar itu tidak ramah anak.

“Harapan kita sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi anak-anak.

Sehingga harus dicari cara bagaimana membuat rumah kedua itu menjadi

nyaman. Supaya anak-anak betah disitu,” kata Refri lebih lanjut.

Tak hanya itu, Refri juga menyampaikan terimakasi ke Plt

Kadisdik Bengkalis bahwa masih ada sekitar 19 sekolah di Kabupaten

Bengkalis ini yang masih menggunakan bangunan berdinding papan.

“Baru kali ini kita tahu ada 19 sekolah yang masih berdinding papan. Sementara kita ini negeri kaya dengan APBD yang banyak. Sangat miris mendengarnya. Kita berharap kepada Pemerintah dalam Musrenbang, pendidikan ini terpisah pembahasannya dari yang lain-lain.

Artinya, khusus pendidikan tidak masuk dalam Musrenbang secara umum yang mengedepankan skala prioritas,” jelasnya.(susi)