DURI (Riaulantang)- Ada yang menarik, saat aksi protes belasan warga  yang menggembok pagar sekolah, Rabu (12/07/17)) lantaran anak mereka belum diterima di SMAN 3 Mandau itu. Ketika pintu pagar di gembok dari dalam dan orang tua berada di komplek area sekolah, tiba-tiba kepala sekolah Dra Syahweni Fitri, hendak keluar dari sekolah.

Mengunakan mobil jenis Rush warna putih BM 1670 DW, kasek bersama dua penumpang lain tertahan di depan pagar yang digembok. Kasek tak turun dari mobil tapi bertahan dibangku depan sebelah sopir.

Sejumlah warga  yang protes menghampiri mobil itu tak berdialog dengan kasek yang membuka kaca jendela mobilnya. Cukup lama kasek melayani warga dari dalam mobil yang ditumpanginya itu tanpa mau turun dari mobil.

Sejumlah orang tua yang melihat kondisi itu mulai geram. Mereka mulai bersuara, melihat sikap kasek yang terus bertahan di mobil sementara warga berdiri di luar mobilnya.

“Sudah, sudah tak usah bertanya ke kasek itu. Dia saja tak sopan. Masa melayani kita dari dalam mobil. Katanya pendidik tapi tak memberi contoh yang baik,” teriak salah seorang warga.

Akhirnya satu persatu warga meninggalkan mobil kasek dan hanya duduk diareal sekolah. Tak lama berselang pihak kepolisian tiba dan mobil yang sudah parkir di depan pagar mundur.

Setelah polisi tiba dan gembok dibuka, akhirnya dibuka dialog dengan para warga di salah satu ruangan sekolah. (Susi)