DURI (Riaulantang)- Satu dari tiga korban meninggal dunia akibat tenggelam saat mudik ke Sumatera Barat melewati jalur sungai, Rabu (13/05/2021) ternyata adalah member Avanza Xenia Fans Club (AXFC) Chapter Duri. Kabar itu diperoleh dari pesan berantai yang masuk ke whatshap grop warga dilingkungan Jalan Jeruk, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau yang menyebut bahwa korban Novi Yarismen (31) atau yang akrab di panggil Nono adalah member AXFC Chapter Duri.
“Iya om Nono anggota AXFC Duri. Saya sering main ke rumahnya karena berteman baik dengan adiknya Rahim (20) yang selamat dalam musibah itu. Rahim kawan saya main voly di lapangan Jalan Karet,” ujar Fikri warga Jalan Jeruk Ujung Duri.
Disampaikan Fikri, dia dan pemuda setempat mengaku kaget mendengar musibah itu lantaran mereka bergaul akrab dengan adik korban Rahman Rahim yang selamat dalam musibah itu. Makanya informasi perahu terbalik hingga jasad ketiganya ditemukan mereka update di grop-grop whatshap lingkungan itu.
“Kami berduka atas musibah itu. Om Nono (alm-red) orang baik, pasti Rahman terpukul kehilangan abangnya,” ujar Fikri.
Sementara itu duka dan doa disampaikan warga melalui pesan berantai yang masuk melaui grop Whatshap. Dari pesan berantai yang diterima Riaulantang.com itu, Novi Yerismen alias Nono warga Jalan Jeruk bersama sepupunya Fadil Irsandi dan teman Fadil (Rajis-red) yang tenggelam sudah ditemukan hari ini dalam keadaan Meninggal Dunia. Alm Novi Yarismen (Nono) dan Fadil akan di kebumikan hari ini di Aur Kuning Payakumbuh dan alm Rajis di bawa ke Painan Sumbar.
“Semoga ke tiga Almarhum mendapat tempat yg ter Indah di sisi Allah SWT dan keluarga yang di tinggal dapat sabar dan Ikhlas menerima ketentuan Allah ini. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin,” tulis warga.
Sementara itu dari pesan berantai versi ACFC Chapter Duri menyebut korban Nono berangkat dari Duri menuju Sumbar Selasa siang (11/05/2021) sekitar jam 15.00 WIB. Korban mampir ke Pekan baru untuk menjemput salah satu temannya yang satu tujuan.
Sekitar pukul 23.00 Wib, korban berangkat dari Pekanbaru menuju Sumatera Barat dan di perkirakan sampai di perbatasan Propinsi, Rabu dinihari (12/05/2021) sekitar pukul 03.00-04.00 WIB.
Info dari rekannya yang sama-sama berangkat, di perbatasan propinsi, korban tidak bisa melewati pos penjagaan dan berinisiatif untuk mengambil jalan pintas untuk melewati sungai menggunakan perahu kecil/sampan. Rabu pagi (12/05/2021) sekitar jam 06.00-07.00 WIB, Nono berangkat dari salah 1 tempat mereka menyeberangi sungai bersama adik dan juga teman adiknya. Sekitar pukul 10.00 WIB di kabarkan perahu kecil/sampan yang di tumpanginya terbalik karena arus air sungai saat itu deras.
Nono sudah sempat menggapai dan menyelamatkan adiknya hingga ke tepian, tapi setelah itu dia hendak menyelamatkan rekannya 1 lagi yang terbawa arus dan meminta pertolongan. Namun naasnya Nono juga terbawa arus air yang deras. Sudah 2 hari di lakukan pencarian, alhamdulillah tadi pagi Jumat (14/05/2021) sekitar jam 09.00 WIB korban di temukan dalam keadaan yg sudah terapung di daerah Danau PLTA Koto Panjang-Kampar Riau.
“Mewakili Almarhum dari Keluarga Besar AXFC Chapter Duri, Saya memohon maaf yg sebesar-besarnya apabila selama kenal dan berinteraksi dengan Beliau (Alm Om Nono) ada salah dan khilaf yg tidak di sengaja maupun di sengaja. Mohon di maafkan Beliau. Mohon doanya juga, agar beliau di tempatkan di syurganya Allah SWT dan keluarga yg di tinggalkan di berikan kekuatan dan kesehatan dalam menerima musibah ini,” isi pesan berantai yang mengatasnamakan keluarga besar AXFC Chapter Duri. (susi)






























