Satlantas Polres Bengkalis tengah mengawal mobil BBM di jalur macet

DURI (Riaulantang)- Kemacetan yang terjadi di dua titik lintas Sumatera akibat proyek pengerjaan rigid beton di Lintas Duri-Dumai Km 13 Kulim dan Lintas Duri-Pekanbaru, Samsam, mendapat perhatian khusus dari Satlantas Polres Bengkalis. Tak ingin kemacetan itu berimbas, terkendalanya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke masyarakat, Satlantas Polres Bengkalis pun melakukan pengawalan terhadap kendaran BBM yang terjebak macet.

Pantauan Riaulantang.com, Sabtu (27/10/18), puluhan personil Satlantas Polres Bengkalis turun mengatur lalin di dua titik yang menjadi sumber kemacetan. Mobil pengangkut BBM yang terjebak di jalur itu di keluarkan dan di prioritaskan untuk melintas.

Prioritas itu juga ditindaklanjuti dengan pengawalan. Satlantas Polres Bengkalis membuka jalan dengan menurunkan 1 unit mobil patwal yang kemudian di ikuti iring-iringan mobil BBM. Sejumlah personil lantas dengan mengunakan sepeda motor juga ikut mengawal distribusi BBM itu

“Kita memberi prioritas dan mengawal mobil BBM dilintas Duri yang mengalami kemacetan agar pasokan BBM tepat waktu sampai di SPBU dan masyarakat tak terkendala mendapatkan BBM,” jelas Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto melalui Kasat Lantas AKP Ricky Mandey, Sik.

Dijelaskan Kasat, pengawalan akan terus dilakukan hingga proyek rigid beton di lintas itu selesai di kerjakan dan arus bisa kembali normal.

“Pengawalan akan terus dilakukan hingga proyek selesau dan arus lancar lagi,” ungkapnya.

Sementara itu iring-iringan mobil patwal satlantas yang diikuti sejumlah mobil BBM yang diprioritaskan melewati jalur macet ini menyita perhatian pengendara yang tengah antri. Mereka apresiasi atas inisiatif personil lantas yang memberi ruang bagi mobil pengangkut BBM ini.

“Wajar kalau mobil BBM diprioritaskan karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat. Tapi kalau dapat mobil–mobil ambulance juga diprioritaskan agar yang sakit cepat mendapat pertolongan. Tidak seperti yang sudah-sudah mereka (ambulance-red) terpaksa ikut antrian lantaran tak ada ruang untuk lewat,” harap Yusri warga Duri. (susi)