BENGKALIS (Riaulantang) – Perpustakaan Desa (Perpusdes) Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis meraih prestasi gemilang sebagai juara pertama tingkat Provinsi Riau.
Prestasi yang diraih dalam rangka lomba Perpustakaan Umum desa/kelurahan terbaik se-Propinsi Riau yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau.

“Alhamdulillah Perpudes Jangkang tahun ini meraih prestasi yang membanggakan, ini semua berkat kerja keras semua pihak, bukan hanya mengaharumkan nama desa, tetapi juga Kabupaten Bengkalis,” ungkap Pengelola Perpusdes Jangkang Elissa saat dihubungi melalui WhatsApp (WA), Rabu 15 Mei 2019.

Perpusdes Jangkang mampu mengalahkan peserta lainnya yang diikuti 6 kabupaten/kota yakni, Siak, Pelalawan, Rohul, Kampar, Rohil, dan Dumai , acara dibuka oleh Kadis Perpustakaan provinsi Riau H. Rahoma Erna.

Pada perlombaan tersebut Kabupaten Bengkalis meraih juara I, disusul Kabupaten Rohul juara 2, sementara juara 3 diraih Kabupaten Kampar, untuk juara 4 diraih Kabupaten Rohil, juara 5 Kota Dumai, dan juara 6 Kabupaten Pelalawan.

Atas prestasi menyandang juara pertama level Provinsi Riau, selanjutnya Perpusdes Jangkang akan dilakukan persiapan untuk tingkat nasional. Untuk itu Lisa mohon doa dan dukungan supaya menarih prestasi gemilang di tingkat nasional,” tutur wanita berkacamata tersebut.

Adapun kreteria penilaian, kata wanita yang akrab disapa Lisa ini, terdapat sebelas kreteria penilaian sesuai standar nasional. Yakni, perpustakaan harus memiliki gedung sendiri, program kerja perpustakaan, kelembagaan perpustakaan, perabotan dan perlengkapan perpustakaan.
Kemudian, kreteria tenaga perpustakaan, koleksi perpustakaan, layanan perpustakaan, anggaran perpustakaan, kerjasama perpustakaan, promosi perpustakaan serta pembinaan dan hasil kegiatan perpustakaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perpusdes Jangkang berdiri tahun 2014, saat ini memiliki 1.272 judul buku, meliputi buku karya umum, filsafat, agama, ilmu sosial, ilmu bahasa, sains/murni, ilmu terapan, kesenian/olahraga, kesusastraan, sejarah, referensi dan peta.

“Sumber buku ada yang dibeli sendiri, hadiah/hibah dan juga tukar-menukar melalui kerjasama perpustakaan,” kata Lisa yang saat ini dirinya dibantu satu orang staf bernama Jasmitaria.(dwi)