BENGKALIS (Riaulantang) – Sempena peringatan Hari Jadi Bengkalis ke-506, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis menggelar Kenduri Adat, Minggu (29/7), di Gedung LAMR Bengkalis, Jalan Pramuka, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis.
Prosesi kenduri adat tersebut diawali dengan doa yang dipandu Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, Ustadz Amrizal. Usai doa bersama, dilanjutkan menikmati hidangan yang disajikan dengan nuansa khas melayu.

Bupati Bengkalis dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Sekretatris Daerah Bengkalis H Bustami HY memaparkan, sejatinya tradisi tahunan ini merupakan sumber inspirasi untuk menemukan dan memupuk jati diri, agar mampu merancang dan mempersiapkan kehidupan di masa mendatang yang lebih baik.

Dalam pelaksanaan kenduri ini, sambung Bustami, secara langsung Pemerintah Daerah juga mampu melestarikan kekayaan sejarah bangsa Melayu dan kebudayaan melayu yang ada di negeri junjungan ini.

“Biar anak-anak kita tahu seyogyanya kenduri yang betul-betul beradat masih ada, tidak lekang oleh waktu. Mari bersama kita lestarikan adat dan budaya Melayu, agar takkan Melayu hilang di bumi, dan budaya Melayu takkan tergerus oleh kemajuan zaman sehingga tetap utuh untuk selama-lamanya,” ajak Bustami.

Makanya peringatan Hari Jadi Bengkalis ke-506 ini, harus dimaknai sebagai momentum untuk mengingat sekaligus evaluasi pencapaian program maupun kegiatan yang dilaksanakan, terutama selama satu tahun lalu. Selain itu hikmah yang dapat dipetik adalah harus semakin memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan serta meneguhkan kembali cita-cita untuk membangun daerah.

Selanjutnya Ketua LAMR Provinsi Riau Datuk H Al-Azhar memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis sempena penyelenggaraan Hari Jadi Bengkalis ke-506.

“Kami berdoa, Kepada Kabupaten Bengkalis yang merayakan hari Jadi Bengkalis ke-506, semoga menjadi Kabupaten yang maju jaya, dan senantiasa menjadi kabupaten yang memegang teguh nilai-nilai kebudayaan Melayu,” ujarnya.

Sesuai semboyan Provinsi Riau menjadikan Provinsi “the Homeland of Melayu”, untuk itu ada dua hal yang harus di pegang, pertama, melestarikan adat Melayu, dan kedua, memperjuangkan masyarakat adat.

“Kita harus meningkatkan muatan lokal kita, karena itulah ciri khas Budaya melayu,” tutup Ketua LAMR Provinsi Riau Datuk H Al-Azhar

turut hadir Asisten III Administrasi Umum Tengku Ilyas, ketua LAMR Bengkalis Tengku Zainudin, Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir, Ketua MUI Bengkalis H Amrizal, Ketua BAZNAS H Ali Ambar, Kapolsek Bengkalis Martaika.(rls)