DURI (Riaulantang)- Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang dilaksanakan secara nasional di 269 kota/kabupaten di 34 Provinsi, termasuk Bengkalis sudah mulai dijalankan. Di kecamatan Mandau hanya dua kelurahan yang mendapatkan program itu masing-masing Kelurahan Duri Barat dan Batang Serosa. Hanya saja saat program itu mulai dilaksanakan muncul protes warga terhadap program yang mulai dikerjakan itu.

“Program Kotaku di daerah Duri Barat tengah dikerjakan. Masing-masing pembuatan parit dan semenisasi  di Gang Laura dan gang Omega, RW 2 RT 5. Hanya saja sangat di sayangkan tidak ada  keterbukaan informasi dalam program tersebut.Tidak adanya plang. Jadi tak bisa dibedakan, apa ini proyek atau program,” sebut Ketua Pemuda setempat, Tomi Boy, Rabu (08/11/17).

Dikatakan Boy, masyarakat sekitar punya hak untuk mengetahui dan mengawasi proyek atau program yang ada di lingkungannya. Tapi kalau plang tak ada, apa yang mau diawasi masyarakat karena dasar proyeknya masyarakat tak mengetahuinya.

“Kami masyarakat penguna wajib mengetahui spesifikasi program ini. Berapa dana, berapa volume dan lainnya. Semua informasi tentang program ini sewajarnya di buka. Kalau perlu di tempel, biar semua masyarakat bisa mengetahui,” tegasnya.

Boy juga mensinyalir adanya permainan dalam pengadaan material program itu. Pasalnya beredar informasi kalau pembelian material sudah ditentukan disatu tempat.

” Beredar kabar kalau tempat pembelian material sudah di tentukan di satu tempat seperti monopoli. Ini masih kita telusuri. Jangan program bagus seperti ini di jadikan ajang proyek oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal manfaatnya nanti untuk masyarakat dilingkungan ini,” jelas Boy yang juga ketua Pemuda IKMR Duri Barat ini.(susi)