BENGKALIS (Riaulantang) — Sejumlah kepala desa (Kades) dan tokoh masyarakat di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis menginformasikan jika masyarakat tengah galau dengan isu bantuan yang akan disalurkan Baznas. Pasalnya warga harus pengumpulan KTP dan di data oleh oknum salah satu Partai Politik (Parpol). Sedikitnya sudah ada 300 warga yang didata.

“Saya dapat informasi dari masyarakat, jika Baznas mau menyalurkan zakat. Anehnya hal itu disampaikan melalui oknum Parpol yang telah memungut identitas masyarakat berupa KTP, dan mendapat sudah hampir 300 warga. Apakah informasi ini bisa dipertanggungjawabkan, atau hanya kebohongan belaka,”tutur salah seorang Kades yang minta namanya dirahasiakan.

Selain itu, isu yang sengaja dihembuskan oleh oknum tersebut juga sempat menjadi tanda tanya besar oleh sejumlah Kades. Pasalnya, jika pun benar Baznas mau menyalurkan zakat kepada masyarakat, tentunya harus melalui desa/kelurahan. Sesuai data yang dibutuhkan oleh Baznas.

“Heran juga saya, jika memang benar ada penyaluran zakat dari Baznas itu. Kenapa tidak melalui desa, karena selama ini Baznas bekerja sama dengan desa melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ),”kata Kades itu sembari mengaku heran dengan kondisi yang terjadi.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bengkalis H Ali Ambar, S.Ag, Lc, Kamis (15/11/2018) saat dikonfirmasi mengaku, jika dirinya sudah mendengar kabar tersebut.

Ali Ambar menjelaskan, kalau kabar atau isu yang dihembuskan oleh oknum itu tidak benar.Karena selama ini, sambung Ali Ambar, penyaluran zakat kepada masyarakat Baznas bekerjasama dengan desa, melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang resmi ditunjuk.

“Tidak ada penyaluran melalui oknum-oknum tertentu atau mengintruksikan untuk mengumpulkan KTP dan mendata warga. Jadi itu semua isu menyesatkan, dan bisa dikatakan ada oknum yang berupaya mencatut nama organisasi Baznas,”katanya.

Dalam pada itu, Ali juga mempertagas, jika isu itu dari oknum Parpol seperti yang disebutkan sejumlah kepala desa. Maka, diharapkan warga tidak mudah percaya, dan bisa berkomunikasi langsung dengan desa setempat.

“Apalagi isu terdengar oknum itu adalah dari partai politik wallah hua’allam kebenaran nya. Sekali lagi, selaku Ketua dan pengurus Baznas Bengkalis, tidak ada memerintahkan oknum tertentu. Bagi masyarakat jika ada menemukan dilingkaran Baznas yang tanpa mandat atau masyarakat mengatas namakan Baznas mohon segera dilaporkan ke Baznas,”kata alumni Universitas Al Azhar, Kairo-Mesir ini.

Ia menambahkan, Baznas hari ini bersih dari hal-hal yang merusak tatanan nama baik Baznas.

“Hari ini, Alhamdulillah Baznas sudah mendapat kepercayaan masyarakat. Inilah modal kita bekerja, memberi edukasi kemasyarakat luas tentang kesadaran zakat,infak dan sedekah. Jadi kami memang benar-benar menginginkan Baznas bersih dari hal-hal berbau politik,”tandasnya.(dwi)