BENGKALIS (Riaulantang)- Memutus penyebaran Covid19, dua dusun di kabupaten Bengkalis ditutup sementara. Dua dusun yang ditutup adalah dusun Damai Serasi dan Dusun Tanjung Kudus, desa Teluk Pambang. Hingga hari ini Jumat (23/07/2021) kasus positif Covid19 di dua dusun itu meningkat dratis. Tercatat 52 warga positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri.
Kepala Desa Teluk Pambang M Ali kepada wartawan mengatakan, keputusan untuk menutup dua dusun tersebut dilakukan dalam rapat yang berlangsung Kamis sore kemarin (22/7/2021). Dalam rapat yang dihadiri unsur Polsek, Pemerintah Desa, Puskesmas, RT/RW , BPD , Linmas , dan tokoh masyarakat lainnya, juga diputuskan antra lain. 14 hari kedepan pasar di tiadakan, pesta nikah dan rapat-rapat yang bersifat mengumpulkan orang ditiadakan, kegiatan pendidikan dihentikan sementara.
“Untuk kantor desa masih tetap beraktifitas dan melayani seperti biasa,” ujarnya.
Dalam menyikapi Covid-19 di desanya itu, Ali mengatakan dirinya lebih fokus kepada apa solusi yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai Covid-19. Soal siapa yang pertama kali menularkan, siapa yang salah dalam hal ini menurut Ali sudah tidak urgen.
“Barang sudah terjadi, entah siapa yang mulai mana kita tahu, benda tu tak nampak. Apa yang penting sekarang solusi, bagi yang sudah positif lakukan isolasi mandiri. Trus bagi yang merasa kontak erat atau ada gejala silahkan periksa, jangan malu. Ini demi kebaikan bersama,” kata Ali.
Sementara itu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bantan Riski Afandy mengatakan dari tiga dusun di desa Teluk Pambang, dua dusun yang warganya terkonfirmasi positif COVID-19 akan ditutup akses masuk dan keluar bagi warganya.
“Penerapan PPKM hasil kesepakatan bersama untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19, hal ini didasari dari hasil rapid test yang dilaksanakan Puskesmas Teluk Pambang sebanyak 49 warga dinyatakan positif COVID-19,” ujar Riski ketika dihubungi, Jumat (23/7).
Lebih lanjut, Sekcam Riski juga mengatakan pemerintah desa juga tengah mengupayakan bantuan sembako kepada masyarakat saat pemberlakuan PPKM selama 14 hari ke depan.
“Selama pelaksanaan kegiatan PPKM di Desa Teluk Pambang, kegiatan jual beli di pasar ditutup, aktivitas di sekolah dihentikan, pelaksanaan sholat di masjid dan surau juga dihentikan selama PPKM serta pembatasan jam malam,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak desa saat ini menyiapkan pos-pos PPKM, masker dan hand sanitizer yang akan dibagikan ke masyarakat nantinya, kemudian penyemprotan cairan disinfektan juga akan dilakukan oleh pemerintah desa ke rumah-rumah warga dan tempat tempat yang dianggap perlu dengan turut melibatkan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di desa tersebut. (Evi)






























