DURI (Riaulantang) – Komitmen Pemdakab Bengkalis melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk mengujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Tidak hanya dari unsur masyarakat dan dunia usaha, dukungan juga di berikan oleh media massa. Tak terkecuali Media Online Riaulantang. Com.
Diundang sebagai peserta pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak di Duri, Senin (24/10/2022), Riaulantang. com ikut berkomitmen menyatakan dukungan bagi terujudkan Kabupaten Bengkalis menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA). Tak hanya dukungan lisan pada sesi pengenalan peserta, dukungan tertulis juga diberikan Riaulantang. com melalui Pimpinan Redaksi (Pimred) Susi Yanti.
Mewakili unsur media massa, Pimred Riaulantang ikut membubuhkan tanda tangan komitmen bersama Pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media massa bagi terujudnya Kabupaten Bengkalis Layak Anak. Penandatanganan dukungan Riaulantang. com itu disaksikan langsung oleh Bupati Bengkalis, diwakili Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Toharudin, Kadis PPPA Bengkalis, Camat Mandau dan sejumlah pihak lainnya.
Sebelumnya Bupati Bengkalis melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Toharudin lebih dahulu menorehkan tanda tangan komitmen bersama itu. Berturut-turut Kadis PPPA Bengkalis, Komnas PA Bengkalis, Pimred Riaulantang. com, unsur dunia usaha diwakili Humas PT PHR dan sejumlah pihak lainnya.
“Ini kali pertama media dilibatkan sebagai peserta dalam Bimtek Konvensi Hak Anak. Mudah-mudahan dengan keikutsertaan dan dukungan kami ini, harapan menjadikan Kabupaten Bengkalis menjadi Kabupaten Layak Anak bisa kita ujudkan bersama, ” ujar Susi Yanti.
Disampaikan Susi, digandengnya media dalam mengujudkan Kabupaten Layak Anak merupakan langkah yang cermat. Sebab bagaimana pun peran media tidak bisa diabaikan dalam memberikan informasi dan dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan dilibatkannya komponen masyarakat, dunia usaha dan media, upaya menjadikan Kabupaten Bengkalis menjadi Kabupaten Layak Anak segera terujud. Kami yakin dan percaya Pemkab Bengkalis bisa. Sudah saatnya maju bersama. Tinggalkan peringkat pratama. Maju untuk meraih tingkat Madya atau Nindya. Malah kalau bisa sampai ke tingkat Utama, ” ujar Susi pemegang sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Utama ini.
Mendapat dukungan dari Media, masyarakat dan Dunia Usaha ini, Kadis PPPA Bengkalis melalui Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Fitrianita Eka Putri mengatakan ucapan terimakasih dan apresiasinya. Pihaknya yakin jika semua pihak berkomitmen mengujudkan Kabupaten Layak Anak maka peningkatan status ditingkat pratama ini bisa sama-sama diraih.
“Kita terus berupaya mengalang dukungan dan partisipasi aktif masyarakat agar kita tidak disindir lagi sebagai Kabupaten yang merasa aman di posisi Pratama. Dari tahun 2015 kita sudah di tingkat Pratama. Saatnya kita keluar dari tingkat pratama untuk naik ke level Madya, Nindya, dan Utama, ” ujarnya.
Sementara itu KLA adalah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian PPPA kepada kabupaten/kota yang memiliki sistem pembangunan hak dan perlindungan khusus anak secara menyeluruh, berkelanjutan, dan terencana. Penghargaan KLA dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu tingkat Pratama, Madya, Nindya, dan Utama. (Gel)






























