DURI (Riaulantang)- Diusianya yang sudah beranjak senja, Nenek Syarifah yang berumur 84 tahun harus merasakan kegetiran hidup. Rumah yang dihuni bersama anak dan 2 cucunya habis luluh lantak dilalap sijago merah dalam musibah kebakaran yang terjadi Selasa dinihari (11/06/19). Namun bukan masalah harta benda yang dirisaukan Nenek ini, dia merisaukan surat-surat berharga yang ikut terbakar dalam musibah itu.
“Nenek mau naik haji tahun ini. Manasiknya sudah dilakukan. Tapi mau bagaimana, suratnya terbakar semua,” ujar Nenek Syarifah sedih saat berbincang dengan Riaulantant.com, Kamis pagi (13/06/19).
Mengetahui kisah Nenek ini, Riaulantang pun segera memberitahu bahwa pagi itu Nenek Syarifah dan korban kebakaran lain tengah dikunjungi Dinas Sosial Bengkalis dan Sekcam Mandau untuk mengantarkan bantuan sembako dan sandang. Nenek disarankan berkeluh kesah dengan Sekcam yang kebetulan berada tak jauh dari tempat duduk si nenek.
Ternyata keluh kesah Nenek Syarifah terdengar oleh Sekcam M Rusydi yang berdiri tak jauh dari kursi plastik si nenek. Sekcam langsung menghampiri dan mencium tangan si nenek.
“Ada yang bisa saya bantu nek,” ujar Rusydi.
Nenek pun menceritakan kegalauan hatinya yang takut tak bisa menunaikan ibadah haji lantaran surat-suratnya terbakar semua.
“Surat nenek terbakar semua nak. Bagaimana nenek mau naik haji,” ujarnya menahan tangis.
Sekcam langsung respon dan menenangkan Nenek Syarifah. Jika berhubungan dengan surat-surat si nenek untuk keperluan naik haji, Sekcam menyatakan siap membantu.
“Kalau nenek sudah dapat kursi dan naik haji tahun ini, kami siap bantu. Pokoknya nenek tenang ya” ujar Sekcam.
Mendengar penjelasan Sekcam, nenek Syarifah sedikit merasa tenang. Niat hatinya untuk sampai ke tanah suci Mekah sudah begitu lama diidamkan dan itu dikhawatirkannya tak bisa terujud lantaran suratnya yang terbakar.
“Terimakasih nak. Nenek lega. Jadi nenek bisa naik haji,” ujarnya yang naik haji hanya sendirian. (susi)





























