DURI (Riaulantang)- Kondisi bangunan kayu SD Negeri 026 Mandau di Jalan Kampung Lalang, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau sungguh memprihatinkan. Bangunan kayu yang sudah berumur 32 tahun itu masih dipakai untuk proses belajar mengajar anak. Tentu saja anak menjadi kurang fokus lantaran dinding yang bolong bahkan jebol membuat mereka bisa melihat ke luar lokal.

“Untuk mengakali dinding yang bolong atau jebol saya pasang kain merah seperti ini. Kain ini saya yang bawa dari rumah bekas kain pesta. Alhamdulillah bisa menutup lobang dinding dan anak tak bisa lagi ngintip ke sebelah,” ujar Rismulyati wali kelas 3 SDN 26 Mandau saat riaulantang.com melihat rombel kelas kayu yang masih dipakai, Jumat (29/09/17).

Dikatakan buk Ris panggilan akrabnya, ide menutup dinding yang bolong itu  juga dilakukan wali kelas lain dengan harapan anaknya bisa lebih fokus belajar. Ada yang menutup dinding bolong dengan kertas hasil karya anak sehingga rombel terlihat lebih semarak dipenuhi hiasan.

‘Diakali lah menutup dinding-dinding yag bolong dan jelek hingga anak bisa semangat  belajar,” ujarnya lagi.

Rismulyati yang terlihat bersemangat ini juga berpikir untuk mengecat kelas kayunya yang sudah lusuh itu. Hanya saja tak dikhawatirkan cat tak lagi bisa menempel dikayu yang sudah lapuk itu.

‘Terpikir untuk mengecat kelas ini walau dengan dana pribadi agar anak lebih semangat dan kita pun betah di dalam. Tapi kata yang mau mengecat kelas ini, cat tak bisa lagi menempel di kayu hingga percuma. Harapan satu-satunya ini diganti dengan rombel yang lebih layak,” ungkap Ris yang didampingi Kasek Hj Asmah. (susi)

“yang anaknya juga tak fokus lantaran