BENGKALIS (Riaulantang)- Kerusakan jalan poros di sejumlah desa di Kecamatan Bantan semakin parah. Lubang-lubang menganga menghantui para pemakai jalan. Banyak kendaraan pengangkut hasil pertanian warga yang terpuruk dan terpaksa bongkar muatan. 

Kondisi parah terlihat di jalan poros Desa Kembung Baru, Kembung Luar dan Teluk Lancar. Sejumlah lubang ukuran besar menganga di sejumlah titik. Pemakai jalan harus ekstra hati-hati jika tidak ingin kendaraan yang ditumpang terjerembab ke lubang. 

Parahnya lagi, besi-besi angker mulai bermunculan. Saat air hujan menggenangi lubang-lubang tersebut, besi angker tidak terlihat, kondisi tersebut bisa membahayakan pengguna jalan. 

“Kalau tak hati-hati, ban mobil bisa tertancap besi angker, karena besinya tak terlihat, tenggelam air hujan,” ujar Wahyudi warga Kembung Luar.

 Yudi terpaksa meninggalkan mobilnya di rumah saudaranya di Teluk Pambang, karena mobilnya tidak bisa melewati jalan yang rusak di Dusun Puing Desa Kembung Baru,

” Beberapa waktu lalu kami gotong royong menebang dan membelah batang kelapa, ada juga yang nyumbang duit untuk beli minyak chinsaw. Tapi sekarang yang rusak bertambah banyak,” papar Yudi.

 Tidak hanya di Kembung Baru kata Yudi, jalan poros Kembung Luar juga mengalami kerusakan parah, terutama di dusun Buyung dan Parit Lapis. Sejumlah warga mengaku kesulitan mengangkut hasil pertanian mereka, seperti kepala, karet dan sawit. 

“Katanya jalan poros kampung kami ini masuk proyek multiyears, tapi pekerjaannya tahun 2018 nanti. Menurut kami, menjelang proyek multiyears dimulai sebaiknya lubang-lubang yang menganga di sepanjang jalan ditimbus dulu, sebelum memakan korban,” pintanya. 

Kondisi tidak jauh beda kata Yudi juag terjadi di jalan poros Teluk Lancar, beberapa ruas jalan juga mengalami kerusakan parah

,” Tak salah kalau dulu ada anggaran untuk perawatan jalan untuk masing-masing kecamatan. Kalau memang dana itu ada, mohonlah diperbaiki jalan kampung kami,” pinta Yudi lagi.

 Kalau dana perawatan di kecamatan tidak dialokasikan lagi, kata Yudi, juga menjadi tanggungjawab pemerintah bagaimana keluhan masyarakat ini segera bisa diatasi.

 “Sudah dua tahun tidak ada proyek perbaikan atau peningkatan status jalan masuk ke kampung kami, wajar kalau sekarang kondisnya rusak parah, apalagi banyak kendaraan berat masuk kampung kami. Sekali lagi kami harap menjelang lebaran ini ada perbaikan, minimal penimbusan lubang-lubang yang ada di sepanjang jalan,” harap Yudi. (Dwi)