DURI (Riaulantang)- Untuk kali kedua, pasca  PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di SMAN 3 Mandau, sekolah yang berada bersebelahan dengan kantor UPT Disdik Mandau digembok warga, Rabu (12/07/27). Aksi ini sebagai bentuk protes warga tempatan yang anaknya masih belum diakomodir dalam penerimaan siswa disekolah itu.

Sebelumnya aksi gembok dan hentikan aktifitas sekolah juga sudah dilakukan warga beberapa hari lalu dengan permasalahan serupa. Sekitar 46 siswa tempatan tak diakomodir hingga  orang tua protes.

“Muak kami dah, anak kami jelas anak tempatan tapi tak diterima. Dimana anak kami Ndak sekolah,” ujar Dewi salah seorang warga dengan logat Melayunya.

Senada, Muslim menyampaikan seharusnya aksi demo  dan gembok pagar SMAN 3 oleh orang tua yang anaknya tidak diterima tidak terjadi, jika  Pejabat Desa Simpang Padang dan Pejabat Desa Pemekaran dan Kepala Sekolah SMAN 3 bisa duduk bersama.

” Kenapa dari desa Simpang Padang saja diterima, pertama 154 orang kesepakatan desa simpang padang dengan SMAN 3, akhirnya ada tambahan 46 orang lagi karena mereka tidak dapat masuk lalu demo akhirnya diterima menjadi 200 orang. Anak – anak yang berbatasan desa cuma jalan tidak ada diterima sungguh tidak patut dan monopoli,” jelas  Muslim, S.H yang jugab Ketua Lembaga Melayu Riau ( LMR ) Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis

Sampai berita ini dionline kan aksi gembok pagar sekolah masih berlangsung. Pihak kepolisian yang tiba di TKP memaksa orang tua membuka gembok. Ini lantaran banyak warga dan orang tua yang hendak berurusan di SMAN 3 Mandau tertahan di depan pagar sekolah. Gembok pun dibuka sementara tapi kemudian di tutup lagi. (Susi)