DURI (Riaulantang) – Ribuan security yang tergabung dalam Himpunan Pekerja Satuan Pengamanan (HPSP) wilayah kerja Chevron di Duri, di seluruh lokasi kerja SMO, mengaku dalam keadaan resah menyusul akan diberlakukan pengurangan jam Kerja. Mereka yang biasa bekerja dengan durasi waktu (time) 12 jam akan dipangkas menjadi 8 jam. Tentunya saja ini akan berdampak turunnya gaji yang akan diterima.

Melantangkan persoalan pengurangan time ini, puluhan security standby di lapangan Pokok Jengkol, Senin pagi (17/06/2019). Mereka berkumpul untuk memperjuangkan nasib yang terancam sudah diujung tanduk ini.

Seorang security yang enggan disebut identitasnya kepada Riaulantang.com menjelaskan aksi mereka bukan demo, melainkan hanya standby dan menunggu informasi. Mereka berharap, apa kebijakan yang berpihak kepada mereka yang bertungkus lumus menjaga aset CPI ini.

“Kami sudah berjuang beberapa bulan ini. Sudah ke DPRD Provinsi Riau dalam ini Komisi V. Sudah ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau. Sudah pula ke Kabaharkam Polri dan anggota DPD RI. Semuanya kami ikuti agar permasalahan ini bisa tuntas,”ujarnya.

Dikatakannya, hingga saat ini belum ada informasi dan keputusan yang diterima oleh hampir 1600 karyawan Security yang tergabung di HPSP. Jika memang pengurangan jam kerja diberlakukan bagaimana nasib karyawan yang berjumlah ribuan tersebut.
“Alhamdulillah selama jam kerja 12 jam, kehidupan keluarga stabil. Bisa bayar kontrakan rumah, bayar kredit sepeda motor, bisa untuk anak sekolah dan lainnya. Kalau pengurangan terjadi bisa dibayangkan bagaimana nasib kami kedepannya. Gaji menurun hingga 45 persen yang akan berdampak pada keluarga karyawan yang ribuan ini,”ujarnya.

Dilanjutkannya, segala upaya dan perjuangan sudah mereka lakukan. Sejumlah pihak sudah pula didatangi untuk memperjuangkan nasib mereka. Namun setakad ini belum ada keputusan final terkait persoalan itu.

“Kami lihat ada beberapa kejanggalan yang terjadi. Kami minta tolong dan perhatian dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk turut membantu, agar permasalahan ini selesai. Kami tidak neko-neko hanya untuk kesejahteraan keluarga dan anak-anak kami,”pungkasnya.

Terkait permasalahan ini, saat dihubungi pihak Chevron melalui Humas Yulia Rintawati mengaku akan memberikan konfirmasi dan minta waktu selama 30 menit. Namun sudah 3 jam ditunggu belum ada juga klarifikasi yang diberikan. (bambang)