DURI (Riaulantang) – Beredarnya hinaan terhadap lambang daerah Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu di media sosial, sontak membuat heboh masyarakat. Tidak sedikit yang mengecam  ocehan yang ditulis dimedia sosial itu, tak terkecuali anggota DPRD Bengkalis.

Seperti disampaikan Fransisca Sinambela anggota DPRD Bengkalis dari Partai Nasdem.  Kepada Riaulantang.com, Sabtu (06/01/2018) Fransisca menegaskan agar tidak main-main dengan lambang daerah Bengkalis itu.

“Jangan coba-coba buat keruh suasana di Kabupaten Bengkalis. Pikirkan dulu jangan asal buat status atau tulisan dimedia sosial yang bisa memicu ketidak harmonisan antar sesama,” tegasnya

Baca Juga:  Simpan Sabu Dalam Karung Beras, Pasutri Warga Kulim Duri dibekuk Opsnal Bengkalis

Fransisca juga menyebut bahwa tindakan penghinaan ini harus dilacak. Agar si penghina bisa mempertanggung jawabkkan perbuatannya.

“Ini anak kemarin sore sudah berani-berani buat hal semacam itu. Lambang daerah dihina, jangan usil, jangan usik, apalagi kita di Kabupaten Bengkalis ini hidup dengan berbagai macam suku bangsa. Lambang daerah ini dibuat bukan sembarangan banyak makna yang terkandung didalamnya, “ungkapnya dengan nada kesal.

Menurutnya, peran tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pendidikan perlu duduk bersama melihat fenomena yang terjadi akhir-akhir ini.”Kita saat ini miris ya melihat banyaknya berita atau informasi yang beredar dimedia sosial yang belum jelas kebenarannya. Apalagi saat ini dengan gampangnya orang buat status tanpa memikirkan dampaknya. Tidak memikirkan akan menyinggung siapa, akan menimbulkan dampak sosial apa,”tuturnya. 

Baca Juga:  MTQ Ke-42 Resmi Ditutup, Pemenang Terbaik Akan Wakili Bengkalis Pada Ajang Provinsi

Masih dikatakan Fransiska, peran serta orang tua sangat diperlukan dengan situasi saat ini. “Orang tua harus berperan aktif. Pantau putra-putri kita, dengan siapa bergaul. Jangan belum saatnya sudah diberi gadget. Kalau sudah keluarga yang menjaga Mudah-mudahan anak-anak kita bisa terhindar dari hal yang bisa merugikan,” tutup Fransiska. (bambang)