DURI (Riaulantang) —
Setiap memperingati Hari Ibu, memori puluhan tahun silam, kembali terang benderang dalam ingatan seorang Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Memori itu perjuangan emaknya Yusni
yang bertungkus lumus membesarkan dia dan saudaranya sejak ayahanda tercinta di panggil menghadap sang Khalid tahun 1990 silam.
Bagi Bupati Amril Mukminin dan ketiga Saudaranya, Khairul Zaman, Al-Azmi (anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Fraksi Partai Golkar), dan Riki Rihardi (Camat Mandau), Yusni adalah sosok pekerja keras, inspirator, dan motivator bagi mereka sehingga bisa sukses seperti sekarang ini.
Tanpa mengecilkan arti ayahandanya tercinta, menurut Bupati Amril Mukminin, mereka bisa meraih sukses seperti saat ini adalah berkat “sentuhan tangan dingin”, dan doa yang senantiasa dipanjatkan sang ibu kepada Sang Khaliq, Allah SWT
Katanya, sejak orang tua laki-lakinya, M Nur berpulang ke rahmatullah pada tahun 1990, perempuan yang kini berusia 67 tahun itu, bukan cuma menjadi ibu bagi mereka, tapi sekaligus juga seorang ayah.
“Sebagai single parent (orang tua tunggal), perjuangan emak kami sangat berat. Apalagi saat itu kami anak-anaknya, masih kecil. Riki kala itu baru berusia sekitar 5 tahun,” kenang Bupati Amril, Senin, 23 Desember 2019, dengan mata berkaca-kaca.
Di mata Bupati Amril Mukminin, meskipun hanya “orang desa”, perempuan yang melahirkannya di Muara Basung, Muara, 5 Maret 1973 itu adalah sosok yang tangguh.
“Beliau adalah sosok pekerja keras yang senantiasa mengajarkan kami anaknya tentang nilai arti penting kejujuran dan keadilan. Dengan segala keterbatasan, beliau selalu mengingatkan arti penting pendidikan untuk meraih kesuksesan bagi kami putra-putranya,” kenangnya.
Hal itu pula, sambung mantan Kepala Desa Muara Basung dan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis 3 periode ini yang kini diajarkan kepada ke-5 buah hatinya. Lebih-lebih kepada kedua putrinya. Amril ingin nilai-nilai kejujuran dan keadilan itu terpatri di hati buah hatinya.
“Anak merupakan anugerah terbesar dan ibu adalah penentu kesuksesan putra-putrinya. Makanya pola asuh ibu sangat menentukan watak dan karakter anak,” sebut suami Kasmarni.
Dimoment spesial hari Ibu ini, Amril tak lupa mengucaplkan Selamat Hari Ibu untuk Ibundanya, juga kepada ibu-ibu lain yang ada di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Menurutnya potret Kabupaten Bengkalis dan juga Indonesia di masa depan, adalah potret yang turut dibentuk dan ditentukan oleh kaum perempuan, oleh para ibu.
“Selamat Hari Ibu. Teruslah menjadi pendidik, inspirator, dan motivator,” pesan Amril yang selalu pamit dan mencium tangan ibunya ketika hendak menjalan aktivitas kesehariannya. (susi)





























