DURI (Riaulantang)- Kembali mencuat pungutan liar di kalangan  pendidik. Kali ini terkait pemotongan dana insentif guru-guru honor TK di Kecamatan Pinggir. Dana yang juga disebut-sebut dana bantuan transpor dari APBD Bengkalis itu disunat Rp 110.000 per guru penerima.

Mencuatnya pemotongan itu dibeberkan salah seorang guru honor yang enggan disebut identitasnya. Kepada Riaulantang.com, Jumat (11/08/17) guru honor tersebut memaparkan bahwa tunjangan transpor/insentif itu sudah dibayarkan beberapa hari lalu. Mereka yang honor diatas 2 tahun menerima bantuan transpor yang bersumber dari dana APBD Bengkalis itu sebesar Rp 275 ribu per bulan. Namun ketika dana yang tak seberapa itu dibayarkan rapel malah dipotong pula.

“Kami terima dana itu Rp 275 ribu/bulan. Kali ini dibayarkan untuk 7 bulan. Tapi dipotong Rp 110 ribu,” ungkapnya.

Apa dalih pemotongan itu, pihaknya mengaku tak tahu pasti. Tapi yang jelas guru honor keberatan namun tak bisa protes karena takut diintimidasi.

“Kalau dikumpulkan banyak juga uangnya. Makkum rata-rata guru TK masih honor,” ungkapnya.

Terkait pemotongan dana insentif guru-guru TK di Pinggir ini, Kepala UPT Diknas Pinggir, Peppi Sumanti ketika dikonfirmasi menjelaskan tak tahu menahu masalah pemotongan itu.

“Saya tak tahu itu pemotongan apa,” jelasnya. (susi)