DURI (Riaulantang)- Kasus bayi tertukar sempat terjadi di RSUD Mandau Jalan Stadion Duri, Rabu (05/17/17). Orang tua bayi  protes keras karena bayi yang diberikan sesudah proses persalinan berbeda dengan bayi yang ditunjukkan di ruang perawatan. Sesudah ribut-ribut dan sempat menjalani tes darah, akhirnya sang bayi kembali ke keluarga masing-masing.

Kendati masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, namun orang tua bayi, J Siagian merasa perlu menyampaikan persoalan bayi yang sempat tertukar ini. Tujuannya tak lain agar kasus sama tak terulang dan para petugas medis di RSUD lebih hati-hati dalam melaksanakan tugasnya.

“Bagaimana tak emosi dan kesal. Bayi pertama yang ditunjukkan berambut tebal, tapi setelah berada di ruang perawatan, bayi  yang ditunjukkan botak. Katanya itu bayi saya. Tentu saja saya komplain,” jelas J Siagian yang juga sekretaris BPD desa Tengganau, Kecamatan Pinggir itu.

Dijelaskan J Siagian, istrinya Y br Situmeang masuk ke RSUD, Rabu pagi, dan harus menjalani persalinan dengan cara operasi Caesar. Tak lama berselang juga masuk pasien lain yang juga menjalani operasi Caesar. Entah bagaimana ceritanya, bayi yang diberikan setelah proses persalinan itu, bayi yang berambut panjang.

“Saya sempat peluk bayi itu dan melihat kondisinya. Rambutnya panjang. Tapi yang saya herankan, kok bajunya lain, begitu juga gelangnya,” jelas Siagian.

Kendati heran, Siagian hanya diam. Protesnya muncul setelah ditunjukkan bayi di ruang perawatan.

“Saat diruang perawatan, dibilangkan itu bayi bapak. Saya pun lihat. Ee ternyata kok bayinya berubah botak. Saya protes lah,” ujarnya.

Karena heboh masalah bayi itu, ungkapnya, pihak RSUD pun ketar ketir. Akhirnya sempat dilakukan serangkaian tes, termasuk tes darah.

“Ternyata bayi saya yang botak di ruang perawatan. Memang pihak RSUD sudah mengakui kesalahannya, tapi saya kecewa karena layanannya seperti itu. Coba kalau hal itu menimpa mereka, pastilah kecewa dan kesal juga,” ujarnya.

Terkait kasus bayi yang sempat tertukar ini, Direktur RSUD Duri, dr Ersan Saputra yang dikontak riaulantang.com mengaku belum mengetahui persis kejadiannya karena masih dalam perjalanan.

“Saya belum dapat informasinya. Nanti coba saya cek ke bagian perawatan,” janji Ersan. (Susi)