TANJUNGPINANG (Riaulantang)- Tim pengabdian masyarakat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang yang ketuai dr. Zainul Ikhwan turun ke masyarakat untuk melaksanakan penyuluhan bijak memilih makanan dan tata cara pengolahan sampah untuk masyarakat dan pelajar di Pulau Penyengat. Bersama Novian Aldo, S.ST, MM; Rinaldi Daswoto, MPH dan Utami Dewi, MPH, tim berkeliling memberi pemahaman kepada masyarakat terkait materi penyuluhan bertema “Bijak dalam Memilih dan Pengelolaan Makanan serta Pemanfatan Sampah Organik di Pulau Penyengat Tahun 2022”.
Ketua Tim PPDM dr. Zainul Ikhwan menjelaskan penyuluhan dilakukan di Pulau Penyengat karena Pulau ini masuk dalam kategori pulau kecil dengan objek wisata religius dan cagar budaya. Sistem pengelolaan sampah di Pulau Penyengat ini belum ada. Sampah belum terpilah dan pengelolaan sampah hanya dilakukan dengan penumpukan dan pembakaran di ujung pulau tanpa pengolahan.

“Di pulau ini sampah dibakar dengan pembakaran terbuka tidak terpilah. Ini berpotensi dampak pencemaran lingkungan, sosial dan ekonomi, ” ujar dr Zainul Ikhwan, Rabu (07/12/2022)
Memahami hal inilah, ungkapnya, tim pengabdian PPDM dipromotori Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang turun ke masyarakat Pulau Penyengat. Tujuannya tak lain memberikan penyuluhan dan pemicuan dalam kerangka komunikasi, informasi dan edukasi kepada mayarakat Pulau Penyengat agar bijak dalam memilih dan pengelolaan makanan serta pemanfatan sampah organik di Pulau Penyengat Tahun 2022.
“Kita turun melakukan penyuluhan dengan
Metode pelaksanaan secara kualitatif dengan pendekatan partisipatory. Kita mulai dari tahap persiapan, rencana kegiatan, pelaksanaan metode dan relevansi kegiatan,” jelasnya.
Ditambahkan Novian Aldo, Rinaldi Daswoto, dan Utami Dewi, penyuluhan dilakukan selama dua hari berturut, mulai Jumat (11/11/2022) hingga Sabtu (12/11/2022). Penyuluhan dibagi menjadi dua sesi. Sesi penyuluhan ke sekolah-sekolah terkait bijak dalam memilih dan pengelolaan makanan dan penyuluhan di balai Pertemuan Penyengat terkait Pemanfatan Sampah Organik.
“Dari hasil analisis situasi yang kita lakukan, volume sampah di Pulau Penyengat semakin meningkat dan beragam jenisnya, sedangkan sistem yang ada masih kumpul angkut buang. Makanya kita memberi penyuluhan dan pemicuan pengolahan sampah organik dengan menggunakan larva black Soldier Fly (maggot), ” jelas dr Zainul Ikhwan.
Dikatakannya penyuluhan yang melibatkan masyarakat umum, Puskesmas Kampung Bugis, Pengurus Bank sampah, PATBM itu diikuti antusias oleh masyarakat. Pihaknya berharap kegiatan itu bisa disejalankan dan menjadi program pemerintah dan stakeholder terkait.
“Kita berharap terus menjalankan kemitraan dengan stakeholder terkait untuk tindak lanjut kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam Program Pengembangan Desa Mitra ini, ” harap Novian Aldo, Rinaldi Daswoto, dan Utami Dewi.

Penyuluhan ke SD dan SMP
Untuk penyuluhan bijak dalam memilih dan pengelolaan makanan, Tim pengabdian masyarakat PPDM Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang mendatangi tiga sekolah yang ada di Pulau Penyengat. Masing-masing SDN 007, SDN 009 dan SMPN 007 Tanjungpinang. Pemahaman pemilihan makanan dan pengolahannya diberikan secara lugas oleh tim PPDM di tiga sekolah itu.
“Untuk Kegiatan intervensi berisikan KIE pendidikan usia dini tentang personal hygiene, jajanan sehat dan pengurangan dan pemilahan sampah di tingkat sekolah dasar. Sedang KIE pendidikan karakter kita lakukan pada siswa/i SMP. Kita berharap mereka paham atas hak dan kewajibannya sebagai seorang anak dan pelajar, ” ungkap dr Zainul Ikhwan.
Dikatakannya, secara keseluruhan peserta memahami materi yang diberikan. Ini ditandai dengan antusiasnya peserta ditiap sesi penyuluhan yang diberikan.
“Kita berharap pemahaman dan pengetahuan peserta makin meningkat hingga memberikan hasil perubahan prilaku yang lebih baik, ” pungkas dr Zainul Ikhwan. (Amri)






























