BAGANSIAPIAPI (Riaulantang)– Salah seorang oknum dokter yang bertugas di RSUD dr. Pratomo Bagan Siapiapi yang diketahui bernama dr. Suharman berupaya menghalangi sejumlah awak media yang hendak melakukan tugas jurnalistik di RSUD tersebut, Selasa (6/6/2017).
Berdasarkan Informasi yang dirangkum wartawan koran lokal (Posmetro Rohil) Dermawan ketika berada di RSUD beradu mulut dengan dr. Suharman.
Dr. Suharman dengan raut muka penuh kemarahan meminta kepada petugas RS tmemanggil petugas keamanan agar mengusir para awak media yang hendak melaksanakan tugas jurnalistiknya,
“silakan-silakan panggil aja satpam suruh keluarkan orang ini (awak media red..) nggak ada cerita itu, “ujarnya penuh kemarahan.
Aksi pengusiran dan penolakan tersebut di tentu saja mendapat reaksi keras dari Dermawan yang terlihat kesal dengan sikap dan ucapan sang dokter, “apa mau menghalang-halangi? , “ujar Dermawan.
Sontak saja reaksi keras dari Dermawan tersebut menarik perhatian dari beberapa orang yang berada di lobby RSUD tersebut,
“Udah der udah der puasa ini,”ucap dr. Suratmin sembari melerai perseteruan tersebut sembari menyuruh dr. Suharman masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Dermawan kepada Riaulantang.com, Kamis (8/6/2016) mengatakan secara pribadi dianya telah memaafkan perlakuan oknum tersebut namun karena menyangkut profesi anggota PWI Rohil, dia menyerahkan kembali kepada organisasi profesi.
“Secara pribadi sudah dimaafkan, tapi kawan-kawan PWI masih mempertimbangkan karena menyangkut profesi, “ujarnya.
Selain Dermawan wartawan lainnya yang berada di lokasi dan menerima perlakuan sama adalah Suryadi dari Riau TV, Uspa Sagala dari Nuansariau.com/Cakaplah.com) dan Supriyanto dari kabar Rohil.
Sementara itu Dirut RSUD dr. Pratomo Bagansiapiapi, dr. Tri Buana Tunggadewi ketika dikonfirmasi via selulernya tidak merespon. SMS konfirmasi juga belum dijawab.
Sementara itu Vidio kejadian tak mengenakan yang menimpa jurnalis di RSUD dr Pratomo itu beredar luas di Rohil dan sekitarnya. Sejumlah jurnalis yang bertugas di Rohil menyayangkan aksi sang dokter yang tidak menghargai tugas jurnalis itu.(Jon)




























Discussion about this post