Tanjung Pinang (Riau Lantang)- Kinerja Diskominfo Kota Tanjung Pinang mendapat sorotan sejumlah awak media. Pasalnya Diskominfo diduga melakukan diskriminatif kerjasama publikasi dengan media. Ada media yang selalu diakomodir karena kepentingan dan ada media yang diabaikan sama sekali.
Seperti disampaikan salah seorang awak media yang enggan disebut identitasnya. Diskriminatif Diskomimfo ini dipicu sikap pilah pilah kerjasama media yang dilakukan PPTK Diskominfo, Febbi. Ada media yang sudah beberapa kali mendapat orderan kerjasama ada media yang malah hanya sekali mendapatkan kerjasama itu.
“Febbi memberi orderan kepada media tersebut untuk dinaikan dan dipublikasi sedangkan media itu sudah beberapa kali mendapat orderan dari Febbi. Ketika kami tanya orderan media kami, jawaban hanya angin surga. Kenyataannya orderan itu tak kunjung ada. Ini jelas ada indikasi pilih pilih media,” jelas awak media itu, Senin (08/09/2020).
Dikatakan sikap pilah pilah media itu tentu saja mengecewakan awak media yang selama ini sudah bekerjasama memberi kontribusi pemberitaan seputar pembangunan kota Tanjung Pinang, termasuk aktifitas pemko Tanjung Pinang.
“Kami khawatir kinerja seperti ini bisa
berdampak buruk terhadap kinerja Diskominfo kota Tanjung pinang. Makanya kami berharap PLt
Walikota Tanjungpinang agar mengevaluasi dan memberikan arahan kepada Febbi selaku PPTK. Janganlah berbuat diskriminatif terhadap media yang ada dikota Tanjungpinang yang selama ini telah berbuat dan memberikan kontribusi yang baik serta mengangkat nama kota Tanjungpinang,” jelas insan pers ini.
Terkait tudingan ini, PPTK Febbi ketika dikonfirmasi media ini mengatakan belum bisa memberi pesanan kerjasama karena belum ada orderan.
“Belum bisa pemesanan lagi,” ujarnya.(amri)






























