BAGANSIAPIAPI (Riaulantang) – Tahun 2018, usia kabupaten Rokan Hilir genap 19 tahun sejak dimekarkan pada tahun 1999 lalu. Sudah banyak program program kerakyatan yang sudah tercapai, diantaranya sarana jalan sebagai sarana penunjang tranportasi.

Berdasarkan Data Rokan Hilir Dalam Angka tahun 2015, Pemerintah daerah kabupaten Rokan Hilir telah membangun jalan sepanjang KM Jalan Kabupaten / Kota dan 149 KM jalan Propinsi. Dari total panjang jalan 30,28 persen sudah diaspal sementara sisanya 69,72 persen belum diaspal.

Dengan kondisi ini pemerintah kabupaten Rohil dibawah pimpinan H Suyatno terus berjuang dalam meningkatkan sarana tranportasi darat demi akses jalan hingga kepelosok Desa yang ada di Rokan Hilir. Salah satu upaya nyata perjuangan H Suyatno tercermin dari mendapatkanya Dana Alokasi Khususu (DAK) dari pusat untuk peningkatan jalan disejumlah daerah yang ada di Rokanhilir seperti Rigit di Kecamatan Bangko.

Puluhan Miliar dana APBN untuk infrastruktur jalan sudah mengalir kenegeri seribu kubah, serta dana dari APBD Propinsiuntuk pembangunan infrastruktur jalan sepertiRigid jalan penghubung antara Rokanhilir- Rokanhulu tepatnyadikecamatan Pujud dan Tanjung Medan, KUBU dan jalanpenghubung Lintas Pesisir tepatnya di Palika.

Puluhan Miliar dari APBD Propinsi untuk infrastruktur jalan juga sudah dinikmati buat negeri Rokanhilir. Program program pemerintah RokanHilir saat ini berjalan dengan baik tidak terlepas dari dukungan semua stockholder. Peranan Legislatif baik tinggat II (DPRD kabupaten) dan I (DPRDpropinsi) maupun pusat (DPR RI) juga turut andil dalam memajukan pembangunan infrastruktur jalan di Negeri seribuh kubah selain membuka akses akses jalan tentu juga untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Apalagi Prasarana jalan merupakan urat nadi kelancaran lalu lintas di Darat.

Lancarnya lalulintas akan sangat menunjang perkembangan perekonomian suatu daerah. Di daerah Rokanhilir pada tahun 2014tercatat panjang jalan Kabupaten 1967,41 KM, Panjang jalanpropinsi 149 KM dan panjang jalan negara 120 KM serta panjang jembatan pada jalan negara dan propinsi 1256 M.

Dilihat dari jenis permukaanya,sebahagian besar jalan kabupaten Rokanhilir berupa jalan tanah sepanjang 706,30 KM(35,90 %). Panjang jalan kabupaten yang berupa jalan aspal sepanjang595,73 KM (30,28 %). Sedangkan yang permukaan beton dan kerikil masing masing sepanjang 415,91 KM (21,14 %) dan249,47 KM (12,68 %). Dari keseluruhan jalan kabupaten hanya 29,54 % yang kondisinya baik. Sebanyak 52,57 % berkondisi sedang dan 17,89 % dengan kondisi rusak dan 0,29 %jalan kabupaten rusak berat.

Sedangkan jalan propinsi sepanjang 107,95KM (72,13 %) dengan jenis permukaanaspal. sisanya dengan permukaan kerikil sepanjang 41,70 KM (27,87 %).Sebanyak 74,94 persen dari jalan propinsi dengan kondisi baik.

Jalan propinsi yang sedang sebesar 21,72 persen, sedangkan untuk kondisi yang rusak sebesar 3,34 persen.Seluruh jalan negara berpermukaan aspal. Sedangkan kondisinya 6 0persen baik dan hanya 40 persen yang masuk kategorisedang.

Seperti halnya pada tahun sebelumnya. Sejak 2013 tidak ada perubahan panjang kontruksi jembatan pada jalannegara dan propinsi.

Tercatat sebagian besar yaitu sepanjang 785 M(62,50 %) yang kontruksinya brupa rangka.Sedangkan untuk kontruksi jembatan yang berupa komposit hanya 251 M(19,98 %) Untuk kontruksi jembatan yang berupakayu dan beton hanya sepanjang 206 M (16,40 %) dan 14 M (1,12 %).(Advertorial/humas Pemkab)