BIMA (RiauLantang) – Tim Riaulantang Tour de Lombok terus mengeksplor keindahan alam Lombok. Setelah finish di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi tujuan utama touring ini, tim Riaulantang.com bergerak ke Timur Lombok. Target kali ini Tugu 0 Km Sape di Kabupaten Bima yang menjadi tujuan para Bikers setelah Tugu 0 km di Sabang.
Didampingi dua biker dari Nmax Riders Duri (NR Duri), Bryan Kobe dan Zen Coy, perjalanan menuju Tugu O km Sape, Bima pun dimulai. Untuk sampai ke Tugu 0 Sape memakan waktu sekitar 7 jam dari pelabuhan Poto Tano dengan jarak tempuh sekitar 381 km.
Bersandar di pelabuhan Poto Tano yang merupakan pintu masuk ke Sumbawa Besar, tim disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa. Rasa penasaran dan ingin mengetahui daerah baru membuat kami terus bersemangat.
Namanya sampai di daerah baru pasti ingin mengetahui hal-hal baru. Disepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan yang luar biasa.

Sepanjang jalur yang dilalui, indahnya perbukitan dengan laut di kiri kanan jalan membuat mata tak pernah lepas memandangnya. Tanaman jagung terlihat sejauh mata memandang, sementara air laut yang jernih dan biru tepat disebelah kiri jalan. Jangan terlena dulu, karena ditrack ini kita harus hati-hati. Hewan ternak banyak berkeliaran di kiri kanan jalan.
Sejumlah kota harus dilewati untuk sampai ke Tugu O Sape. Kami memasuki kota Alas, Utan, Rhaee, Labuan Badas, Sumbawa Besar, Lape, Plampang, Dompu, Bima, dan Kecamatan Sape. Sampai di wilayah Nanga Tumpu atau Teluk Saleh, kami tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berpoto selfi. Kawasan ini menjadi lokasi favorit untuk Selfie dengan pemandangan yang luar biasa.
Puas menikmati alam, kami kembali memacu adrenalin dengan tikungan-tikungan tajam. Sampai di daerah Dompu, Bima kami memilih untuk istirahat sejenak. Ternyata rekan-rekan NR Duri dan NR Mataram sudah ditunggu Dompu Nmax Comunity (DNC).

Rasa persaudaraan yang kuat sesama riders membuat kami dijamu bak raja. Kami diberi tumpangan untuk istirahat di Sekretariat DNC.
Tidak hanya itu jamuan makan malam juga sudah dihidangkan. Kami benar-benar terkesan dengan sambutan kawan-kawan DNC. Bertemu teman baru tapi berasa kenal lama.
Setelah istirahat di Dompu, touring kami lanjutkan ke Sape. Menurut teman-teman DNC dibutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan untuk sampai ke Sape. Luar biasanya ternyata kami diantar perwakilan dari DNC om Adit dan Nte Ira.
Perjalanan menuju Sape kali ini kami sambut riang gembira. Rombongan kami menjadi bertambah dengan bergabungnya teman dari DNC. Track yang dilewati tetap mempesona. Daerah perbukitan ditambah kota tepian air, kota Bima. Kami pun tak melewatkan sholat di Masjid terapung kota Bima.
Menjelang siang, kami dibawa ke tempat makan yang sudah ditentukan oleh kawan DNC. Lokasinya tidak jauh dari kota Bima. Kami mengikuti saja karena teman dari DNC mengetahui wilayah.
Sampai di tempat makan tersebut kami kaget. Disambut baik dan penuh keramahan. Makan prasmanan dan minuman dingin, serta jus sudah disiapkan. Ditambah salad dan buah-buahan sudah tersaji. Akhirnya kami mengetahui kalau pemilik masih member dan keluarga besar dari DNC yaitu om Adi dan nte Yeni.
Puas dengan suguhan makan minum itu, kami pun melanjutkan perjalanan. Perjalanan penuh kejutan ini berakhir di tugu 0 Sape. Kami mengucap syukur diberi banyak kemudahan untuk sampai ke Tugu O Sape yang menjadi salah satu tujuan favorite para bikers ini.
“Ucap syukur alhamdulillah, banyak kemudahan yang kami dapatkan. Bisa sampai disini sebagai jurnalis Riaulantang.com. Terimakasih kepada om Kobe dan om Zen dari NR Duri yang sudah menjadi kawan setia perjalanan ini. Momen ini merupakan pengalaman luar biasa yang tak akan terlupa di catatan sejarah hidup saya. (Bambang)






























