DURI (Riaulantang)- Sholawat ratusan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) mengema menembus jiwa. Lantunan kata-kata penuh makna dan doa dipanjatkan dalam sholawat akbar yang digelar sempena Maulid Nabi Guru MDTA se-Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Pinggir, Talang Muandau di Awan Cafe Duri, Rabu (24/11/2021) itu.
Bupati Kasmarni yang hadir di sholawat itu terlihat meresapi makna sholawat Nabi yang dilantunan. Dia makin terpakur saat doa dan harapan disandangkan guru MDTA ke pundaknya.
“Ya Allah, Ya Rabb, Kami tambatkan Asa di tangan penguasa. Lindungilah mereka yang berbuat untuk kami. Lindungi mereka yang peduli kepada kami,’ ujar ustad yang memandu pembacaan sholawat dan doa.

Alunan sholawat dan doa yang melengking tinggi itu makin mengugah Bupati Kasmarni apalagi ketika para guru mengaji meminta agar Bupati mendengarkan jeritan hati mereka.
“Wahai ibunda kami dengarkan jeritan hati kami. Wahai para pengambil kebijakan dengarkan doa kami, ” pintanya.
Sebelumnya Ketua Ketua KKG-MDTA Bengkalis Bona Faisal menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Kasmarni yang masih mengangarkan dana honorer untuk para guru MDTA. Ratusan guru MDTA masih menerima honor dengan lancar hingga saat ini.

“Kabupaten Bengkalis satu-satunya yang masih memberikan honor guru MDTA.
Bahkan memberi lebih dari tahun sebelumnya.
Ditangan Ibu Kasmarni, Bengkalis makin maju dan sejahtera. Kita doakan bersama ibu istiqamah dan
guru MDTA sejahtera, ” ujarnya seraya menyampaikan bahwa MDTA punya program gurunya hafal quran dan murid minimal hafal Asmaul Husna.
Menanggapi doa dan pinta guru MDTA, Bupati Kasmarni menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada MDTA yang telah melaksanakan kegiatan majelis sholawat. Dengan harapan memberikan nilai positif yang banyak bagi masyarakat kecamatan Mandau khususnya.
“Kami berharap seluruh MDTA bisa melanjutkan program yang sudah bagus ini. Selalulah berbuat baik untuk anak-anak kita. Hafalan-hafalan Asmaul Husna itu patut dilanjutkan, ‘ pesannya.
Bupati Kasmarni juga menyampaikan rasa syukur bahwa Kabupaten Bengkalis masih terus mempertahankan honor bagi guru MDTA serta tenaga honorer lainnya. Ini dilanjutkan karena Guru MDTA merupakan garda terdepan dalam memberikan pendidikan agama Islam kepada anak-anak.

“Pejuang seperti ini yang harus kita perjuangkan. Harus diperhatikan. Insyaallah Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan tetap memperhatikan nasib para guru MDTA ini,” ujar Kasmarni.
Ikut mendampingi Bupati Bengkalis dalam acara tersebut, Staf Ahli Bupati bidang SDM dan Kemasyarakatan Alfakhrurrazy, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bengkalis Andris Wasono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Hj. Kholijah, sejumlah Kepala Persngkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H. Carles, Camat Mandau, Riki Rihardi dan lainnya. (Susi)






























