KUANSING (RiauLantang) – Jajaran Polres Kuansing dan Jajaran Polsek Benai bersama anggota TNI dan Pemerintahan Desa Marsawa
Kamis (11/02/2021) bergerak bersama menertibkan Penambang Emas Tampa Izin (PETI) di Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
18 personil yang ikutkan dalam penertiban itu. 10 personil dari Sabhara Polres Kuansing, 3 personil dari Satreskrim Polres Kuansing, 5 personi dari Polsek Benai, dan 1 personil dari Koramil 02 Kuantan Tengah.
Kapolres Kuansing, AKBP Henky Poerwanto SIK.M.M saat di konfirmasi awak media mengatakan penertiban ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Benai Iptu Donal Tambunan SH didampingi Kanit Intel Polsek Benai Ipda Faisal dan KBO Sat Sabhara Ipda Jumario tepatnya di area kebun plasma masyarakat.
“Giat ini juga di dampingi oleh pemerintahan Desa Marsawa yang diwakili oleh Kepala Dusun Bukit Raya, Windar.” Ujar Kapolres.
Dikatakan Kapolres, dalam penertiban ini ditemukan 11 unit rakit dompeng, dengan 4 unit rakit dompeng yang sedang beroperasi. Sementara untuk para pelaku PETI melarikan diri Sebelum aparat sampai ke lokasi.
“Personil kita langsung mengambil tindakan perusakan dan pembakaran 4 unit rakit dompeng tersebut agar tidak bisa dipergunakan kembali,” terang Kapolres.
Lanjut Kapolres, dirinya kembali menghimbau agar masyarakat tidak kembali beraktifitas PETI, selain bisa membahayakan diri sendiri serta mengakibatkan kerusakan alam.
“Mari kita jaga lingkungan dan alam kita untuk masa depan anak cucu kita.” Ajak Kapolres.
Sementara itu, Kades Masawa, Muhtar memberikan aspresiasi kepada jajaran Polri dan TNI khususnya Polres Kuansing dan jajaran dan Koramil 02 Kuanteng, yang mana dari kepolisian melakukan penertiban PETI di wilayah Desa Marsawa.
“Kami ucapkan terima kasih, karena kegiataj ini menjadi salah satu keinginan masyarakat. Kita harapkan kepada masyarakat dan aparat tidak ada kesalahapahaman, sebab ini juga merupakan tugas kepolisian dan kita bersama ” harap Kades.
Selain itu dirinya selaku Kades meminta adanya solusi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuansing untuk dapat memberikan solusi terkait PETI di Kabupaten Kuansing.
“Jelas kita harap Pemda untuk turun tangan dalam menanggani PETI ini. Setidaknya bisa melegalkan aktifitas penambangan dengan adanya Tambang Rakyat.
Sedangkan pantuan awak media di lapangan, terlihat aparat kesulitan pada saat menuju lokasi PETI, diantara harus menyerangi Sungai, bahkan mirisnya lagi dua personil terperosok dalam lubang Dompeng.(Zul)






























