DURI (Riaulantang)-  Pasca  aksi g protes ribuan massa Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) terkait berdirinya rumah adat selain melayu di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Sabtu (3/3/18) lalu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Bengkalis, bergerak cepat menggelar Silaturrahmi dengan seluruh tokoh masyarakat dan suku yang ada di Kota minyak Duri, Ahad  malam (4/3/18).

Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama Kapolres Bengkalis, AKBP Abas Basuni, Sik, Dandim Bengkalis Letkol Rizal Faizal Helmi hadir bersama untuk menenangkan situasi pasca bergeraknya ribuan warga LAMR ke lokasi peresmian Yayasan Raja Tawar Mula Jadi (RTMJ) ke lokasi peresmian yang nyaris berujung bentrok.

Sejumlah tokoh adat melayu, ketua Ikatan Keluarga juga hadir di kesempatan itu. Termasuk pemilik Yayasan RTMJ Nursita br Nainggolan.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat saling menjaga kerukunan dan saling menahan diri akan permasalahan yang terjadi.

“Mari saling menahan diri. Siapapun yang berusaha mengerahkan suasana, kita tidak akan tolerir, siap siap menghadapi hukum yang berlaku,”tegasnya.

Untuk menyelesaikan persolan itu, bupati langsung menyebut akan membentuk tim kecil agar ada solusi yang saling menguntungkan kedua pihak.

“Kita akan bentuk tim kecil. Mudah-mudahan ada win win solution terhadap persoalan ini,” ujarnya. (susi)