DURI (Riaulantang)-  Menyusul kelangkaan gas beberapa hari lalu, hari ini, Kamis (14/12/17), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperind) Kabupaten Bengkalis bekerjama dengan Pertamina dan agen penyalur gas elpiji melakukan operasi pasar LPJ 3 kg di Mandau. Operasi ini ditetapkan di tiga titik masing-masing, Kelurahan Air Jamban, Kelurahan Duri Barat dan Kelurahan Talang Mandi. Sekitar 1.680 gas elpiji dengan harga sesuai HET dilepas ke masyarakat.

Kepala UPT Disdagperind Mandau, H Sitinjak kepada Riaulantang.com menjelaskan, selain untuk mengatasi kelangkaan gas yang dikeluhkan warga beberapa waktu lalu, operasi pasar ini juga bertujuan menghadapi perayaan hari besar natal dan tahun baru. Harapannya agar pasokan gas di Mandau bisa stabil kembali.

“Operasi pasarnya di tiga titik. Kelurahan Air Jamban, Duri Barat dan Talang Mandi. Gas dijual sesuai HET Rp 17.500 ribu. Masing-masing kelurahan sebanyak 560,” jelas Sitinjak.

Sementara itu pantauan di lapangan, operasi pasar gas 3 kg yang dilakukan PT Wahaha Adidaya Prima diserbu warga. Ratusan warga silih menganti tabung gas kosong dengan gas berisi yang di stok PT Wahana. Sejumlah pekerja PT Wahana sibuk melayani warga yang datang membawa tabung gas yang juga dilampiri penyerahan KK.

“Harganya murah hanya Rp 17.500. Makanya kami ke sini menganti gas yang kosong,” ujar Wati warga setempat.

Disisi  lain Khairul mewakili PT Wahana menjelaskan ada 560 tabung gas yang di siapkan untuk operasi pasar di kelurahan Air Jamban ini. Setiap warga berhak mendapat gas sesuai harga HET dengan menunjukkan poto copy KK.

“Operasi pasar di sini (kelurahan Air Jamban-red) kami dari PT Wahana yang tangani. Ada  560 tabung yang di kami siapkan dengan harga per tabung Rp 17.000. 1 Kk mendapatkan 1 gas,” ujarnya.

Sampai berita ini di onlinekan warga masih antrian mendapatkan gas murah itu. Mereka terlihat antusias berburu gas murah. Ada yang jalan kali ada yang naik motor bahkan ada pula yang memakai mobil. (susi)