DURI (Riaulantang)- Bupati Bengkalis Kasmarni kembali mendapat kepercayaan sebagai pembicara dalam seminar yang ditaja kalangan akademisi. Setelah dipercaya sebagai pemateri pada kuliah umum Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau, kini Bupati Kasmarni dipercaya sebagai pembicara Seminar Antar Bangsa yang ditaja Fisipol Universitas Islam Riau (UIR). Jumat (24/09/2021).
Bupati Kasmarni merupakan satu-satunya Kepala Daerah yang dihadirkan dalam seminar nasional bertema
“Potensi Daerah Perbatasan Laut Indonesia Malaysia yang dilaksanakan secara virtual itu. Tiga narasumber lainnya merupakan tim ahli dan kalangan akademisi. Diantaranya Dr Dida Daniarsyah S.Pd, Msi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr Drs Rahman Mulyawan Msi dari Universitas Padjajaran dan Prof Mohammad Naim Bin Aji dari Universiti Utara Malaysia.

Memulai Webinar antar Bangsa ini, Kasmarni menyapa para peserta yang berasal dari berbagai kalangan itu. Pantun pembuka disampaikan Kasmarni untuk semua peserta, terkhusus kepada
Rektor UIR Prof Syafrinaldi SH MCL, Dekan Fisipol Dr Syahrul Akmal Latif, Msi dan seluruh civitas akademika Fisipol UIR yang hadir di seminar itu. Kasmarni mengaku mendapat kehormatan menjadi pembicara dalam seminar itu.
“Sungguh satu kehormatan bagi kami, hadir dalam Seminar Antar Bangsa tentang Potensi Perbatasan Laut Indonesia dan Malaysia ini. Kami sadari, kami bukanlah ahli, bukan pula pakar. Namun kami hadir ingin mendapatkan masukan dalam pembangunan di kawasan perbatasan,” ungkap Kasmarni.
Sebagai pembuka seminarnya
Alumni Fisipol UNRI ini menyampaikan informasi tentang perencanaan, kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bengkalis baik yang sudah maupun akan dilaksanakan. Kabupaten Bengkalis yang merupakan gerbang Riau dengan Malaysia memiliki letak geografis yang sangat dekat dengan Malaysia. Jarak antara Pulau Rupat dengan Port Dikson di Malaysia hanya 48 KM dan Jarak Pulau Bengkalis ke Muar di Malaysia hanya 62 KM.

“Jarak ini dapat ditempuh hanya satu jam lebih menggunakan ferry. Jauh lebih dekat dibandingkan Bengkalis ke Pekanbaru,” jelasnya.
Dengan berbagai potensi daerah perbatasan ini, pihaknya pun mempunyai visi menjadikan Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, majj dan sejahteta. Tiga misinya lun mendukung visi itu. Diantaranya penyediaan infrastruktur yang berkualitas dan mengembangkan potensi
wilayah perbatasan untuk kesejahteraan rakyat.
“Kalau negeri ingin maju, pembangunan perbatasan perlu ditingkatkan. Untuk itu sinergisitas dan kolaborasi dengan berbagai elemen baik dalam maupun luar negeri, termasuk dengan sektor swasta perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Kasmarni pun memaparkan potensi pembangunan kawasan terluar Pulau Rupat yang mendapat dukungan kebijakan nasional. Pulau rupat berstatus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), walaupun berjalan agak lamban tapi sinergi sudah mulai nampak karena pemerintah pusat sudah mulai melakukan langkah-langkah untuk memulai pembangunan pulau Rupat.

Selain KSPN, kabupaten Bengkalis juga ditetapkan sebagai PKSN (Pusat Kegiatan Strategis Nasional) yang telah termaktub dalam RPJMN 2020-2024. Kamis (18/08/2021) lalu, pihaknya pun baru saja melaksanakan FGD dengan kementerian ATR/BPN dan kementerian terkait membahas rencana detail pembangunan PKSN Bengkalis, yang akan diwujudkan.
“Selambat-lambatnya tahun 2024 mendatang, seluruh wilayah yang masuk dalam PKSN merupakan lokasi prioritas kawasan perbatasan negara,” ujarnya.
Kerjasama dengan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) juga telah dilakukan dengan merumuskan rencana aksi pembangunan kawasan perbatasan. Bengkalis menjadi salah satu daerah perbatasan yang mendapat perhatian serius. Lima Kecamatannya menjadi lokasi prioritas diantaranya Kecamatan Bengkalis, Bantan, Rupat, Rupat Utara, dan Bandar Laksamana.

“Dari potensi yang kami sampaikan ini tentu juga ada kendala pelaksanaannya. Untuk itu kami berharap masukan dari peserta untuk mematangkan rumusan kebijakan dan program pembangunan di Kawasan Perbatasan Kabupaten Bengkalis,” harap Kasmarni.
Paparan Bupati Kasmarni ini mendapat aplus dari peserta seminar. Terutama dari Dr Dida Daniarsyah S. Pd Msi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Dr Dida mengapresiasi penyampaikan Bupati Kasmarni yang memberi perhatian khusus terhadap kawasan perbatasannya.
“Sangat tepat apa yang disampaikan Bupati Bengkalis. Kawasan perbatasan bukan berarti ada di belakang tapi harus menjadi beranda depan. Makanya perlu sinergisitas membangun kawasan ini. Pemerintah punya kewajiban
membangun aspek lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat di kawasan ini,” ujar Dr Dida yang menyampaikan materi setelah Bupati Kasmarni.( susi)






























