Literasi Keluarga bagi lembaga satuan Paud di Yogyakarta

Oleh : Peni Wulandari.S.Psi
Paud Terpadu Nur Ramadhani Duri

DURI (Riaulantang)- Kegiatan bimtek Literasi Keluarga bagi lembaga satuan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) penerima Apresiasi Gernas Baku 2018, dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga bekerjasama dengan Pengurus Pusat IGTKI-PGRI di Jogjakarta 17-20 September 2018. 51 kepala sekolah dan pengelola satuan PAUD yaitu Taman Kanak-Kanak, Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak/ Satuan Paud sejenis ambil bagian dalam kegiatan itu.Acara dibuka oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Sukiman, M.Pd.

Dalam sambutannya Dr. Sukiman. M.Pd menyampaikan peran Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga dalam gerakan Literasi Keluarga adalah penyebaran konten literasi, pelaksanaan gernas dan penyusunan bahan bacaan (literasi baca tulis, digital, finansial,budaya dan kewarganegaraan ).

Dalam menumbuhkan minat baca pada anak, hal yang perlu dilakukan ayah bunda antara lain adalah memahami tahap perkembangan membaca pada anak, memahami cara belajar anak, memperkenalkan anak berbagai media/ sumber bacaan, menyediakan bahan bacaan untuk anak dan membacakan buku pada anak.

Abad 21 membutuhkan anak-anak yang mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi. Abad ini menuntut orang tua untuk mendampingi anak-anaknya mampu menguasai kecakapan beragam literasi ( multiliterasi ) antara lain: baca tulis, numerasi, pengetahuan alam (sains) , keuangan ( finansial ), digital serta budaya dan kewargaan.

Apakah yang dimaksud dengan literasi? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, literasi adalah kemampuan menulis dan membaca atau keterampilan individu dalam bidang atau aktivitas tertentu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Dalam penyampaian materinya Kepala Subdit Kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Drs.A. Hendra Sudjana, M.Ed mengatakan literasi merupakan salah satu keterampilan diabad 21 yang mendukung kemajuan Negara. Budaya literasi dikembangkan melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca.
Keluarga sebagai pendidik pertama dan utama berperan penting dalam mengembangkan kemampuan literasi anak.

Penyelenggaraan literasi keluarga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengasuhan orangtua dalam mengembangkan minat baca anak.Dalam penyediaan dan membacakan buku-buku bacaan pada anak diharapkan orangtua selektif dan sesuai kebutuhan anak.

Menurut R.Ella Yulaelawati,R.M.A, Ph.D dari “Rumah Komunitas Kreatif”, kriteria buku untuk anak usia dini adalah mengajak anak berfikir aktif dan interaktif, berbasis kehidupan nyata, pilih buku yang melibatkan anak secara berkelanjutan, menarik dan menyenangkan serta tahan lama.

Selain buku, yang tak kalah penting dalam pelaksanaan membacakan buku untuk anak usia dini adalah peran orangtua. Sangat diharapkan peran orangtua yang teratur, konsisten, dua arah dalam berkomunikasi yang bermakna, melibatkan pencapaian tumbuh kembang kemampuan berbahasa serta bidang pengembangan lainnya.

Keterlibatan orangtua meningkatkan hasil belajar anak, yang ditunjukkan dari pencapaian tumbuh kembangnya. Menguatkan yang telah dibelajarkan di PAUD merupakan komponen penting dalam pelibatan orangtua.
Gerakan literasi tidak bisa optimal jika dilakukan sendiri oleh satuan PAUD.

Menurut Nanik Suwaryani, PhD perlu adanya kemitraan, yang dalam hal ini bermanfaat untuk :Anak mendapatkan stimulasi tidak hanya oleh guru tapi juga oleh orang tua di rumah. Stimulasi bisa terjadi di rumah dan sekolah, misalnya di TMB, perpustakaan daerah dan lingkungan yang kaya aksara.Orangtua terdorong untuk menyediakan media literasi di rumah dan membantu penyediaan di lembaga PAUD.Hubungan orangtua dan anak menjadi lebih dekat.

Dalam penyelenggaraan literasi di satuan PAUD, menurut Dra,HjFarida Yusuf, M.Pd Ketua Umum PP IGTKI-PGRI seorang pendidik PAUD harus memahami tehnik bercerita pada anak.Tehnik bercerita pada anak yaitu Perhatikan duduk anak, perhatikan jarak anak dengan guru, perhatikan warna gambar, intonasi suara, ekspresi muka dan gerakan tubuh.

Agar kegiatan literasi disatuan PAUD dan dirumah mencapai tujuan yang diharapkan perlu ada kegiatan tindak lanjut bersama orangtua. Kegiatan tersebut berupa mengundang orangtua untuk mendengarkan guru bercerita, menjelaskan cara-cara bercerita yang benar, mendorong orangtua agar dapat bercerita di rumah sesuai terknik yang dilihat, meminta orangtua murid untuk menceritakan di satuan PAUD, berdiskusi pada orang tua murid tentang buku-buku yang akan diceritakan ke satuan PAUD serta melaksanakan parenting sesuai jadwal/kesepakatan PAUD.

Literasi keluarga diharapkan menjadi kegiatan yang terjadwal di setiap rumah. Orangtua dan anak secara bersama-sama, bisa mengatur jadwal kegiatan membaca buku, seperti setiap sore hari , sebelum tidur atau paling tidak minimal di akhir pekan.

Diharapkan kegiatan membaca buku menjadi sebuah kebiasaan dan kegiatan yang menyenangkan dalam keluarga.Mengenalkan keaksaraan kepada anak usia dini melalui lagu dan gerakan merupakan pilihan yang juga menarik buat anak.

Dalam meningkatkan motivasi membaca anak, peran kita semua sangat diharapkan. Karena proses membutuhkan waktu. Hargai usaha nya bukan hasil nya.(advetorial)