DURI (Riaulantang)- Legenda nama Kelurahan Gajah Sakti di Kecamatan Mandau dibukukan oleh Maharani, warga Jalan Jawa Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau Untuk menjadikannya sebuah buku, perempuan gigih dan ulet ini harus berjuang selama 12 tahun lamanya. Keterbatasan tak bisa menuangkan karya melalui perangkat laptop atau komputer, membuat perempuan setengah abad ini harus bertungkus lumus dengan tulisan tangan. Kini buku “Legenda Kelurahan Gajah Sakti” itu dengan bangga dipersembahkannya ke Bupati Bengkalis, Kasmarni.
Buku yang diserahkan ke Bupati Kasmarni ini berlatar belakang prasasti Sumur Gajah Sakti. Dibelakang bukunya, penulis Maharani menuliskan histori Legenda nama Kelurahan Gajah Sakti. Dituliskannya kisah fenomena itu terjadi tahun 1972. Kota Duri Kecamatan Mandau ketika itu digemparkan peristiwa yang sangat luar biasa. Seorang Manusia bernama Sutan Sati tukang potong kerbau, mati diinjak gajah. Tulang belulangnya hancur berderai seperti daging cincang nyaris tak berbentuk. Tulang belulang berserak, darah menganak sungai. Pak Sati alias Mak Sati dibunuh gajah akibat takabur dan sombong. Seperti pepatah “mulutmu harimaumu yang akan menerkam kepalaku sendiri’.

Melauncing buku “Legenda Kelurahan Gajah Sakti” karya Maharani, Jumat (11/03/2022) pagi tadi, Bupati Kasmarni mengaku sangat bangga dengan goresan tangan anak negeri. Lounching yang dilakukan tepat di monumen bersejarah Sumur Gajah Sakti Jalan Jawa Duri ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kreatifitas bisa tumbuh tanpa batas usia. Pihaknya pun berharap
cerita rakyat yang mengandung butir-butir kearifan lokal ini terus ditingkatkan untuk menambah literasi bagi masyarakat dinegeri junjungan kabupaten Bengkalis.
“Atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Bengkalis, saya memberikan apresiasi dan tahniah, kepada saudari Maharani, yang telah menginisiasi serta menulis dengan sempurna buku Legenda Kelurahan Gajah Sakti. Sebuah inovasi dan kreatifitas yang patut ditiru dan kita dukung bersama. Dari buku ini kita dapat mengetahui secara jelas cerita rakyat yang mengandung butir-butir kearifan lokal yang berguna dalam meningkatkan literasi informasi bagi generasi saat ini dan generasi masa mendatang, ” ujar Kasmarni.
Bupati Kasmarni juga berharap prestasi membanggakan Maharani ini bisa menular kepada insan-insan kreatif lainnya. Harapannya agar seluruh kelurahan dan desa di kabupaten Bengkalis isa menulis sejarah kearifan lokal di wilayahnya masing-masing.

“Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi juga saya sampaikan kepada semua pihak atas kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas hingga buku ini bisa kita launching pagi ini, ” ujarnya.
Agar buku ini tersebar luas, Kasmarni pun minta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memfasilitasi pencetakannya, untuk kemudian disebarkan ke sekolah-sekolah, masyarakat maupun perpustakaan desa. Pihaknya juga minta kedepan buku ini dibuat dalam format digital untuk memudahkan masyarakat mengaksesnya.
Kepada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Kasmarni pun meminta monumen prasasti Sumur Gajah Sakti ini, dirancang baru, sesuaikan dengan sejarah. Kapan perlu, monumen ini jadikan sebagai pusat wisata religi baru di kecamatan Mandau.

Sementara itu, sang penulis Maharani mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang telah menghargai karyanya.
“Kami tidak menyangka akhirnya Bupati Kasmarni yang mengapresiasi karya ini. Semoga ibu Bupati selalu dalam lindungan yang maha kuasa dan selalu ringan dalam melangkah serta menjalankan tugas di Negeri Junjungan,” kata Maharani.
Bentuk syukur lounching buku karya anak negeri ini, Bupati Kasmarni pun melakukan potong tumpeng. Potongan tumpeng diserahkan langsung kepada sang penulis Maharani. Namun penulis Maharani malah memberi suapan pertama ke Bupati Kasmarni dan Camat Mandau Riki Rihardi sebagai bentuk ucapan terimakasihnya.
Setelah itu, Bupati Kasmarni pun menandatangani prasasti Sumur Gajah Sakti sembari meninjau Sumur Gajah Sakti yang kini menjadi obyek wisata baru di Duri itu.
Hadir di kegiatan itu, sastawan Riau, Salmah dan Bambang Kariyawan, Camat Mandau Riki Rihardi, Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Bengkalis, saksi sejarah Gajah Sakti, tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat di Kelurahan Gajah Sakti Kecamatan Mandau. (Susi)






























