BENGKALIS (Riaulantang) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menggelar pemusnahan barang bukti hasil sitaan perkara tindak pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum, Senin 9 Januari 2023.
Kepala Kejari (Kajari) Bengkalis, Zainur Arifin Syah menyebutkan, pemusnahan barang bukti dari 233 perkara di mana 60 persen dari kasus penyalahgunaan narkoba.
Sedangkan yang cukup mengkhawatirkan, 15 persen barang bukti lainnya adalah korbannya anak-anak seperti pencabulan dan pemerkosaan.
Banyaknya kasus narkoba salah satu faktornya adalah geografis Kabupaten Bengkalis yang berbatasan langsung dengan jalur internasonal, Selat Malaka dan Malaysia.
Kondisi ini dimanfaatkan pelaku-pelaku kejahatan, salah satunya pengedaran narkoba jalur internasional.
“Untuk itu wujud keseriusan dan komitmen dalam penegakan hukum, Kejari Bengkalis menyatakan perang terhadap narkoba dan tindak kriminal lainnya di daerah ini,” tegas Zainur Arifin Syah.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, dihancurkan, serta dilarutkan dalam air serta diblender.
Pada kesempatan kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut Kajari Bengkalis Zainur Arifinsyah, SH, MH mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan itu sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau incraht kurun waktu hingga awal tahun 2023., dan pelaksanaan pemusnahan ini merupakan wujud dari implementasi tugas dan tanggung jawab Kejaksaan dalam penyelesaian penanganan perkara,
“Kami berkomitmen dalam penegakan hukum dan kami menyatakan perang dengan peredaran narkotika,” ujarnya.
Turut hadir dalam pemusnahan barang bukti itu Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis H. Bagus Santoso, Forkopimda Kabupaten Bengkalis yakni Dandim 0303/Bengkalis, Ketua PN Bengkalis, kapolres Bengkalis yang diwakili oleh Kasat Narkoba AKP Tony Armando dan sejumlah Pejabat di lingkungan Pemkab Bengkalis.
Wabup Bengkalis H. Bagus Santoso memuji kinerja Kejari Bengkalis dalam upaya penegakan hukum. Selain sebagai keberhasilan dan juga kondisi keprihatinan masih tingginya angka peredaran narkotika di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis.
“Kolaborasi sungguh luar biasa, keberhasilan dan keprihatinan kita. Bengkalis sebagai kawasan yang strategis berbatasan dengan Selat Malaka juga untuk hal-hal negatif. Mudah-mudahan dengan strategisnya Bengkalis kedepannya untuk mengangkat yang positif, Penegakan hukum yang tegas dapat menjadi efek jera bagi para pelaku tindak pidana, baik penyalahgunaan narkotika maupun pidana umum lainnya. Kolaborasi yang baik ini mudah-mudahan mendapat dorongan dari seluruh komponen masyarakat,” katanya. (Bambang)
























