INDRAGIRI HULU (Riaulantang) – Desa Wisata Rantau Langsat memiliki keunikan tersendiri. Dihuni oleh warga suku Talang Mamak (suku asli) yang masih hidup secara tradisional. Keberadaan suku ini tergolong proto melayu atau melayu tua. Berada di hutan penyangga, kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Lokasi tepatnya di Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Jarak Desa Rantau Langsat hanya 80 kilometer dari pusat Kota Rengat, Inhu. Memiliki potensi wisata yang bisa diminati banyak wisatawan. Seperti wisata alam, adat istiadat, budaya, dan wisata minat khusus lainnya.
Lantaran memiliki potensi alam dan budaya eksotis, desa wisata ini pernah meraih penghargaan juara III lomba desa wisata se- Provinsi Riau tahun 2021.
Di desa ini tradisi budaya dan kehidupan suku Talang Mamak hidup berkelompok. Menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ditambah lagi keramahtamahan warga suku Talang Mamak ketika menyambut wisatawan berkunjung. Walau Talang Mamak hidup berkelompok jauh dari modernisasi, namun mereka terbuka menerima kunjungan wisatawan.
Hasil Ekspedisi Biota Medika (1998) menunjukkan suku Talang Mamak mampu memanfaatkan 110 jenis tumbuhan untuk mengobati 56 jenis penyakit dan mengenali 22 jenis cendawan obat.
Bagi para pelancong yang suka menyantap durian, ada waktu-waktu yang perlu dicatat bila hendak mengunjungi desa ini. Pasalnya, pada bulan Januari – Februari musim durian tiba. Jumlahnya mencapai ratusan buah per harinya.
Buah durian asal Desa Rantau Langsat tumbuh di dalam hutan penyangga sejak ratusan tahun lalu. Ukuran buahnya sama seperti durian lokal lainnya. Aromanya harum menyengat dan rasanya manis bercampur sedikit pahit di lidah. Bukan hanya memiliki cita rasa yang lezat. Kelebihan utama durian Rantau Langsat justru pada daging buahnya yang tebal juga beserat, bertekstur warna kuning pekat dan ukuran bijinya kecil.
Gubernur Riau H Syamsuar ketika menyambangi Desa Wisata Rantau Langsat, Senin (24/1/2022) mengaku, keindahan hutan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dan sejuknya Sungai Batang Gansal memberi pengalaman luar biasa.
“Pemandangan tersebut sangat menarik bagi wisatawan dan tak heran jika lebih dari 4.000 wisatawan berkunjung pada saat musim durian ini,” ucapnya.






























