PEKANBARU (RIAU LANTANG) – Diduga saat ini terdapat sejuta hektar kebun kelapa sawit ilegal di beroperasi di Provinsi Riau baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun  individual. Bahkan menyikapi hal tersebut Gubernur Riau Syamsuar berjanji dalam waktu dekat akan melakukan penertiban terhadap semua kebun kelapa sawit yang tidak mempunyai izin tersebut tanpa pandang bulu.

Gubri juga menegaskan bahwa salah satu pemicu terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di lahan perkebunan kelapa sawit ilegal tersebut karena siapa pemiliknya bahkan tidak diketahui. Untuk itu Gubri akan mengambil tindakan tegas terhadap kebun ilegal tersebut, termasuk perusahaan yang menyalahi perizinan atau tidak sesuai dengan peruntukan, misalnya lahan yang seharus untuk hutan tanaman industri (HTI) namun ditanami kelapa sawit.

“Setelah kami cermati, kejadian kebakaran lahan ini salah satu penyebabnya kebun sawit ilegal. Buktinya setelah lahan terbakar tak lama kemudian sudah bermunculan tanaman kelapa sawit,” kata Syamsuar, Jumat (09/08/2019) di DPRD Riau.

Untuk itu jelas Syamsuar Pemprov Riau bersama penegak hukum aparat kepolisian maupun TNI akan menggelar rapat pada Senin pekan depan, setelah itu pihaknya akan turun ke lapangan menertibkan kebun-kebun sawit ilegal tersebut sekaligus memberikan tindakan hukum.

“Kami bersama aparat penegak hukum yakni Kejaksaan, Polda, TNI, dan Kanwil Pajak sudah sepakat untuk menertibkan perkebunan sawit ilegal ini,” ujar mantan bupati Siak ini.

Dikatakan Syamsuar, penertiban perkebunan sawit ilegal ini juga merupakan masukan dari DPRD Riau dan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK mencatat ada 1 juta hektar kebun sawit ilegal di Riau tanpa izin beroperasi saat ini, karena selain menjadi.pemicu karlahut juga negara dirugikan dari sektor pendapatan pajak dan terjadinya kerusakan lingkungan.

“Terkait Karhutla kami sudah kumpulkan semua perusahaan yang ada di Riau. Kepada mereka kami tidak main-main, kami akan tindak tegas kalau ada perusahaan yang main-main di Riau ini,”tegas Gubri.afa