DURI (Riaulantang) – Ini terjadi di Kelurahan Air Jamban, Duri, Kecamatan Mandau. Gang Balam sebagai akses untuk ribuan siswa menuju SMAN 9 dan SMPN 17 Mandau masih terbiar tanpa perbaikan apalagi pengaspalan. Sementara itu, di kawasan lain masih dalam kelurahan yang sama, semenisasi jalan lingkungan oleh pemerintah dilaksanakan secara jor-joran. Kenyataan tersebut mendapat kritikan dari tokoh masyarakat Mandau.

“Saya sering lewat Gang Balam menuju SMAN 9 ini untuk mengantar atau menjemput anak. Kalau hujan, jalan ini berkuah dan berkubang. Sudah banyak anak-anak yang jatuh dan terpaksa balik pulang. Saya pernah melihat hal seperti itu. Korbannya siswa perempuan yang berboncengan dengan rekannya. Kondisi ini memprihatinkan sekali. Di beberapa titik, besi coran semenisasi di jalan ini sudah banyak yang menyembul. Tak jarang sepeda motor siswa menyangkut disitu. Apalagi kalau jalan tergenang. Besi itu tak terlihat. Ini sangat membahayakan,” kata Irawanto pada Riaulantang.com, Jumat (6/10/2017).

Pemuka masyarakat sekaligus orang tua murid ini menegaskan bahwa sarana jalan menuju fasilitas pendidikan ini tidak bisa dibiarkan. Ini harus mendapat prioritas utama. Apalagi setiap hari ribuan siswa melintasinya. Pagi hingga petang hari. Menurut Irawanto, pemerintah jangan sampai menganggap enteng sarana jalan menuju fasilitas pendidikan.

 “Ini sangat mendesak. Jangan disepelekan. Apalagi SMAN 9 ini sudah ada sejak tahun kedua pemerintahan Bupati Herliyan Saleh dulu. Kalau tak bisa diaspal, minimal dibase dulu,” tegasnya.

Pembangunan di Tempat Lain Jor-joran

Irawanto juga menyampaikan kekecewaannya setelah melihat pembangunan jalan lingkungan di kawasan Jalan Karang Anyer I dan Jalan Karang Anyer II di belahan Timur Kelurahan Air Jamban. Pasalnya, di area tersebut pembangunan sarana jalan untuk kepentingan masyarakat setempat terlihat sangat jor-joran. Irawanto sempat pula mengajak  untuk meninjau langsung betapa pesatnya pembangunan disana.

“Sarana jalan menuju komplek sekolahan belum juga dikerjakan. Tapi jalan lingkungan di Karang Anyer I dan II mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Tak hanya jalan lingkungan yang disemenisasi disini. Gang-gang kecil dan buntu menuju rumah warga atau kandang ternak sekali pun disemen cantik. Di jalan besarnya juga dibangun parit drainase. Dana untuk semua proyek ini ditaksir miliaran rupiah. Disatu sisi, ini tidak salah. Artinya sangat beruntunglah warga setempat. Mereka akan menikmati haknya sebagai warga negara. Namun kenyataan tersebut mencuatkan ketidakadilan dan tidak adanya pemerataan pembangunan,” tutur Irawanto tampak kesal.

Terkait peningkatan Gang Balam menuju SMAN 9 dan SMPN 17 Mandau ini, Kepala UPTD Perkim Mandau, Said Hafiz ST  mengaku dirinya tak hafal apakah ada proyeknya tahun ini atau tidak. “Saya tak hafal itu. Jadi belum bisa saya pastikan masuk atau tidak. Bisa jadi masuk tapi di DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) mana. Saya ngomong nanti takut salah,” ujarnya. Said juga belum memastikan apakah proyek semenisasi gang yang dilaksanakan secara jor-joran di Jalan Karang Anyer I dan II dibawah kewenangannya. Yang jelas, menurut dia, kalau jalan lingkungan bagian Perkim sedang jalan poros kewenangan Dinas PUPR.

Senada dengan itu, Lurah Air Jamban, Ruslan SH pun mengaku tak tahu pasti apakah ada proyek peningkatan Gang Balam tahun ini atau tidak. “Dalam Musrenbang memang Gang Balam jadi prioritas utama kita karena akses menuju sarana pendidikan. Tapi kita tak tahu persis apakah masuk tahun ini atau tidak. Hingga kini tidak ada pemborong yang melapor. Saya juga tak tahu persis proyek jalan lingkungan atau jalan poros di kawasan Karang Anyer. Bisa jadi saja itu proyek provinsi. Juga tak ada yang melapor,” pungkas Ruslan.(susi)