DURI (RiauLantang) – Jalan Hangtuah merupakan jalan lintas di tengah kota Duri. Banyak kendaraan melewati jalur ini, mulai dari kendaraan roda dua hingga yang rodanya belasan. Kecelakaan di jalur ini sudah tak terhitung banyaknya. Dari yang luka ringan hingga meregang nyawa.
Ada jalur siluman di median Jalan Hangtuah, tepatnya di depan jalan Stadion yang kerab dimanfaatkan pengendara roda untuk mempersingkat jarak tempuh. Melawan rambu dan melewati pembatas jalan, pengendara mengambil resiko tinggi untuk mengunakan jalur ini. Jalur ini bisa di lewati lantaran media jalan yang makin lama makin turun hingga hampir rata dengan aspal.
Jalur yang digunakan ini, bukan saja membahayakan diri pengendara, tapi juga bisa mencelakakan pengguna jalan lain. Jalur lintas di jalur tersebut. Terlebih jalur ini merupakan penghubung antar kota dan Provinsi.
Meski bahaya mengancam nyawa, para pemotor tetap nekat melintasi median Jalan ini. Ada yang melintas median dari jalur Timur. Ada pula yang memotong dari jalur Barat. Mereka dengan mudah menaiki median karena sudah hampir rata dengan aspal jalan.
Warga setempat pun sudah tak asing lagi dengan pemandangan seperti itu. Malah di antara mereka pun ada pula yang pernah melakukannya karena kepepet.
“Pemandangan seperti ini sudah menjadi tontonan biasa di sini. Walau kemaren sudah ada korban yang menabrak mobil, tapi hari ini banyak lagi yang menerobos,” ujar Sugeng warga setempat, Rabu (08/02/2022).
Kenekatan dan pembiaran kebiasaan buruk sebagian pemotor ini disesalkannya. Namun menurutnya pihak berkompeten jangan pula menutup mata terhadap kebiasaan tak baik dan berbahaya ini.
“Pengendara yang melintasi median itu nekat. Mereka jelas salah. Tapi kebiasaan buruk itu kan bisa dicegah. Apa sulitnya membuat larangan. Apa susahnya membuat barikade walau hanya dengan seutas tali rafia” ungkapnya.
Melihat median ini terus digunakan pemotor agaknya perlu perhatian serius bagi pihak yang memiliki tanggungjawab dan solusi yang cepat dan dukungan penuh dari masyarakat agar jangan ada korban lagi di sepanjang jalur Hangtuah Duri.
Paling tidak, pembatas jalan yang disebutkan tadi bisa dicarikan solusi yang cepat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (Bambang)






























