BENGKALIS (Riaulantang)- Ponen hanya dapat duduk termenung memandang kosong ke arah dapur rumahnya. Tak ada yang dapat dilakukannya saat ini untuk mengepulkan asap dapurnya. Kalau biasanya setiap pagi hingga siang hari ia berkutat di kebun menoreh getah mengais rezeki untuk menghidupi keluarganya, namun sudah beberapa hari belakangan aktifitas tersebut tak dapat dilakukannya. Bahkan untuk sekedar ke kebun sawit miliknya yang jumlahnya hanya beberapa batang yang berada di belakang rumahnya pun tak bisa dilakukan. Langkah Ponen terhalang oleh pemberlakuan PPKM secara ketat di desanya yakni Desa Pambang kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis propinsi Riau.
Tak hanya Ponen, semua warga Pambang, tak bisa melakukan aktifitas apapun. Nelayan tak diperkenalkan untuk melaut, warung-warung kecil tak diperbolehkan buka. Demikian juga para petani tidak bisa ke kebun. Yang pasti apapun aktifitas masyarakat tidak diperkenankan. Semua rumah tutup. Jalan desa hingga jalan lingkungan lengang. Tak ada warga yang melintas, karena jalan dipalang pertanda tak boleh dilewati. Warga dilarang keluar rumah. Sungguh pemandangan yang tak biasa dan sedikit menyeramkan melihat kondisi desa Pambang kini, sunyi sepi.
Pemberlakuan PPKM di desa Pambang ini menyusul banyaknya warga yang terpapar Covid 19 yang ditenggarai berasal dari klaster acara khitanan yang diselenggarakan di sebuah rumah di Dusun Damai Serasi Desa Pambang tersebut.
Barangkali kondisi seperti ini di daerah lain sudah bukan hal yang baru. Namun bagi kabupaten Bengkalis yang yang sebelum ini penyebaran Covid 19 tidak separah di daerah lain, pemberlakuan PPKM wilayah ataupun desa merupakan sesuatu yang luar biasa seiring banyaknya warga yang terpapar Covid 19 dalam satu desa dalam waktu bersamaan. Makanya pemberlakuan PPKM di desa Pambang cukup mendatangkan keprihatinan. Warga kini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari, karena tidak boleh beraktifitas apapun.
Salah seorang warga dusun Damai Serasi, Mega Riana yang dihubungi menceritakan jika kini warga kesulitan ekonomi. Memang ada bantuan yang diberikan dari beberapa institusi, tapi yang namanya bantuan, tentu tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan warga.
“Sudah lima hari desa Pambang ditutup dan warga tak boleh beraktifitas. Karena kasus yang terkonfirmasi positif Covid 19 makin bertambah. Kondisi ini memang menyulitkan masyarakat karena tak dapat mencari nafkah. Tapi bagaimana lagi, daripada jumlah kasus makin bertambah, warga patuh saja. Dan Alhamdulilah bantuan untuk warga terus ada, walaupun mungkin tak sesuai dengan kebutuhan warga. Ya, namanya juga bantuan,” kata Mega yang juga sempat menggalang bantuan untuk warga Pambang tersebut.
Sementara itu hal hal yang dilakukan pihak desa saat ini adalah menyiapkan pos pos PPKM darurat di mana disiapkan masker dan hand sanitizer yang akan di bagikan ke masyarakat nantinya. Kemudian disinfektan juga akan dilakukan oleh pemerintah desa ke rumah rumah warga dan tempat tempat yang dianggap perlu dengan turut melibatkan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di desa tersebut.
Menurut Sekretaris Kecamatan Riski pemerintah desa juga tengah mengupayakan bantuan sembako kepada masyarkat selama pemberlakuan PPKM darurat selama 14 hari kedepan.
Selama pelaksanaan kegiatan PPKM Darurat di desa Teluk Pambang kegiatan jual beli di pasar ditutup, aktivitas di sekolah di hentikan, pelaksanaan sholat di masjid dan surau juga di hentikan selama PPKM darurat dan pembatasan jam malam.
Tak hanya di desa Pambang, sejumlah kawasan dalam kota Bengkalis juga diberlakukan PPKM karena banyaknya warga yang terpapar Covid 19 di kawasan tersebut, salah satunya di jalan Pembangunan, Bengkalis Kota.
Pulau Bengkalis yang merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang juga adalah ibukota kabupaten Bengkalis dan punya dua kecamatan yakni kecamatan Bengkalis dan Bantan, termasuk dan terkatogori kawasan yang masih sedikit aman dari penyebaran Covid 19.
Namun dua bulan belakangan, penambahan kasus baru terkonfirmasi Covid 19 di kabupaten Bengkalis makin melonjak. Hingga Selasa (27/7), kumulatif positif Covid-19 di Kabupaten Bengkalis menjadi 4.123 orang. Atau terjadi penambahan kasus sebanyak 167 orang dari hari sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ersan Saputra Th menjelaskan, tambahan 167 orang itu berasal dari 9 kecamatan. Dan kasus yang tertinggi berasal dari Kecamatan Bengkalis sebanyak 68 orang.
Selain Bengkalis, kecamatan yang juga terjadi penambahan kasus baru adalah Mandau 42 orang, Bantan 17 orang, dan Bathin Solapan 13 orang.
Selanjutnya, Rupat 11 orang, Pinggir 8 orang, Bukit Batu 6 orang, serta Bandar Laksamana dan Siak Kecil masing-masing 1 orang.
Lonjakan penambahan kasus Covid 19 di kabupaten Bengkalis juga membawa kesedihan bagi siswa. Baru sempat dapat sekolah tatap muka satu minggu, mulai 27 Juli proses belajar mengajar kembali dilakukan secara daring.
“Sudah satu tahun lebih sekolah secara daring, senang betul rasanya ketika sekolah kembali dilaksanakan tatap muka hanya dua jam. Namun ternyata hanya berlangsung seminggu. Mulai 27 Juli kembali sekolah daring. Kata guru kami, kasus Covid makin melonjak” Kiki salah seorang pelajar MTsN Bengkalis. (evi)






























