DURI (Riaulantang)- Camat Mandau Riki Rihardi, bersama sejumlah pihak tak terkecuali pengurus Masjid Besar Arafah Duri, Jumat (26/02/2021) duduk bersama membahas persoalan kepengurusan Masjid Besar Arafah Duri, Kecamatan Mandau. Persoalan ini dirembukkan lantaran pengurus Mesjid resah dan kekhawatiran terhadap kondisi kepengurusan Masjid yang menjadi kebanggaan warga Duri itu. Ketua umumnya sudah yang tidak aktif lagi, sementara sekretarisnya meninggal dunia. Beberapa pengurus lain juga sudah tak aktif lagi dalam kegiatan masjid itu.
Tak ingin persoalan itu berlarut, Camat pun mengelar pertemuan dengan sejumlah pihak. Kepala KUA Mandau, Sekcam Mandau, Kasi dan Kasubbag Kantor Camat, Lurah Air Jamban serta Pengurus Mesjid dihadirkan, termasuk sejumlah pihak.
Dalam pertemuan di ruang rapat kantor Camat Mandau itu, Riki Rihardi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang disampaikan pengurus Mesjid Besar Arafah yang resah dan khawatiran dengan kondisi kepengurusan Masjid. Ketua Umum tidak aktif lagi, sekretaris meninggal dunia danbeberapa pengurus juga sudah tidak aktif dalam kepengurusan.
“Menindaklanjuti keresahan itu, saya selaku Camat Mandau mengelar pertemuan ini agar bersama dicari solusinya. Berikan pendapat, sharing dan juga arahan, demi kebaikan dan kemakmuran Mesjid Besar Arafah yang kita cintai, ” ujar Riki.
Disampaikan Riki selaku Camat, persoalan kepengurusan masjid Arrafah perlu segera diselesaikan agar syiar islam dimasjid ini kembali hidup. Tak hanya itu, bulan suci ramadhan juga diambang mata.
“Kami berharap peninjauan kembali kepengurusan Mesjid Besar Arafah bisa menghidupkan kembali masjid Arafah ini. Sebentar lagi kita puasa. Adakan tausiah-tausiah, tahsin qur’an dan ciptkan hafidz dan hafidzah Qur’an,” ujarnya.
Terkait permintaan pengurus untuk diadakannya rapat luar biasa, Riki menyetujuinya. Dia berharap rapat tersebut dapat mengganti kepengurusan yang tidak aktif hingga syiar islam kembali hidup dimasjid kebanggaan warga Duri tersebut.
“Selaku Camat dan juga pelindung, saya berharap cari tokoh atau masyarakat yang memiliki komitmen yang tinggi untuk membangun dan memakmurkan masjid. Ini penting agar Masjid Arrafah bisa kembali menjadi Ikon atau model masjid besar yang menjadi kebanggaan masyarakat Mandau dan Bathin Solapan,” ujar Riki sembari berharap pengurus saat ini selalu memperhatikan dan menjaga kebersihan dan keamanan Mesjid. (susi)






























