DURI (Riaulantang)- Rencana vaksinasi Covid-19 serentak 14 Januari se Indonesia, khususnya di Riau akhirnya hanya dilaksanakan di tiga kabupaten/kota, masing-masing Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan. Untuk Kabupaten Bengkalis vaksinasi itu akan dilaksanakan pada bulan Februari 2021 mendatang, menunggu distribusi vaksin tahap II.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, dr Ersan Saputra, TH, Selasa (12/01/2021).
“Rencana awal vaksinasi memang pada 13 Januari ini, termasuk Kabupaten Bengkalis. Namun berdasarkan berbagai pertimbangan, di Riau baru bisa dilaksanakan di 3 daerah terlebih dahulu. Setelah itu baru menyusul Kabupaten dan kota lainnya,” jelas Ersan.
Disampaikan Ersan tiga kabupaten/kota ini mendapat prioritas pada vaksinasi tahap pertama karena berada di daerah Ibukota Provinsi dan penyangganya. Sementara kabupaten Bengkalis bersama 8 kabupaten/kota lain akan mendapat vaksinasi tahap 2.
“Vaksinasi di Bengkalis diundur sampai Februari 2021,” jelasnya lagi
Sementara itu, Kabupaten Bengkalis sebelumnya direncanakan memperoleh alokasi vaksin sebanyak 1.860, artinya untuk 980 orang sasaran. Karena satu sasaran akan mendapatkan dua kali penyuntikan dengan masing-masing jeda waktu berjarak 14 hari.
Vaksin yang diajukan untuk sasaran Nakes sebanyak 3.286 orang, ternyata dari usulan itu hanya disediakan sebanyak 1.860 atau hanya untuk 980 orang sasaran.
Vaksinasi untuk tahap pertama ini adalah tenaga kesehatan (Nakes), kemudian TNI Polri, selanjutnya penegak hukum seperti hakim, kejaksaan dan lain sebagainya, lalu tenaga pelayanan publik diantaranya petugas di pelabuhan, PLN, perizinan dan lain-lain dan tahap ke masyarakat umur 15-58 tahun, untuk anak-anak di bawah 15 tahun diperkirakan tahun 2022 baru direalisasikan.
Sementara itu terkait izin edar vaksin yang akan digunakan yakni Sinovac dari Tiongkok, China itu juga sudah diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) dan memiliki sertifikat kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Vaksin Sinovac dipilih karena cocok dengan kondisi Indonesia, fasilitas penyimpanan yang ada, serta lebih mudah karena bisa disimpan di bawah suhu 28 derajat sedangkan jenis vaksin lainnya harus membutuhkan suhu minus 70 derajat.(bambang)






























