DURI (Riaulantang)- Kabut asap yang menyelimuti kota Duri hingga Kamis sore (12/09/19) makin parah. Hingga pukul 17.00 WIB indeks pencemaran udara terus berada di level berbahaya. Mata mulai perih, kerongkongan mulai sakit dan jarak pandang pun mulai terbatas.
Makin parahnya kabut asap ini mengugah keprihatinan sejumlah organisasi sosial dan kemasyarakatan di kota Duri. Hampir tiap hari ada saja organisasi masyarakat dengan sukarela turun ke jalan membagikan masker bagi warga dan pengendara.
Seperti terpantau Kamis sore di Simpang Garoga Duri. Puluhan pemuda-pemudi berseragam hitam membawa bendera Persaudaraan Fitness Riau (Perfira) Duri dan Persatuan Angkat Berat, Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) membagikan ribuan masker ke warga dan pengendara. Pembagian itu mereka lakukan persis di Lampu merah Simpang Garoga. Begitu pengendara berhenti mereka pun beraksi. Membagikan masker cuma-cuma bagi warga dan pengendara.

“Ini wujud kepedulian kami terhadap bencana asap yang terjadi saat ini. Paling tidak apa yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Minimal mengurangi resiko ISPA,” ujar Sodikin Wakil ketua PABBSI Bengkalis dan Awi Ketua Perfira Duri.
Dijelaskan Sodikin, ada sekitar 3.000 masker yang dibagikan untuk warga dan pengendara. Itu murni sumbangsih pengurus dan anggota PABBSI dan Perfira yang prihatin musibah kabut asap ini.
“Mudah-mudahan kegiatan kecil ini membawa manfaat dan dampak bagi masyarakat. Bahwa kami peduli musibah ini,” jelasnya.

Sementara itu tidak hanya PABBS dan Perfira kegiatan sosial lain juga dilakukan organisasi kemasyarakatan dan kemanusiaan lain, seperti dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Simpang lampu merah desa Harapan dan organisasi lainnya. Apresiasi bagi kepedulian mereka. (susi)




























